Direktur Roy Morgan Research Indonesia, Irawati Soekirman mengatakan Pulau Jawa memiliki 103 juta jiwa atau 60 persen pemilih. Dia menyebut dukungan untuk Jokowi di Pulau Jawa mencapai 44 persen.
Angka ini, ujar Irawati, berimbas karena ada beberapa faktor yang membuat suara dukungan akan beralih ke mantan Wali Kota Solo ini. Misalkan seperti di Banten, PDIP sudah menyalip kekuatan suara Golkar yang selama ini mendominasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Jawa Tengah dan Jawa Timur saja ada dukungan suara lebih 30 persen karena mungkin Jawa Tengah kan kelahiran Jokowi," kata Irawati dalam keterangan rilis di kantornya, Kamis (20/03/2014).
Dalam kalkulasi dia, sebanyak 70 persen suara Jokowi dalam pemilu nanti bisa dari Jawa. "Di Jawa Barat sekarang sudah beda tipis karena PDIP sudah 22 persen, meski Golkar ada 25 persen," sebutnya.
Irawati menyoroti, mulai meningkatnya suara Jokowi karena sosoknya yang dianggap berbeda dengan kandidat presiden lain. Karakter yang low profile dan bisa berkomunikasi dengan rakyat menjadi pilihan masyarakat dalam survei ini.
Selain itu, faktor lain karena disebabkan masyarakat ingin ada sosok pemimpin baru. Hal ini ditandai meroketnya suara Jokowi serta PDIP di Banten yang selama ini menjadi dinasti Partai Golkar.
Faktor kemungkinan Gubernur Banten Atut Chosiyah yang terjerat kasus hukum ikut membantu suara Jokowi naik. "Mungkin seperti itu karena selama ini Banten identik dengan suara Golkar," jelas dia.
Selain Bali, PDIP serta Jokowi dalam survei Roy Morgan memiliki dukungan suara dari Bali dengan 65 persen. Unggul jauh dari Partai Gerindra yang hanya memiliki dungan suara 13 persen di Pulau Dewata ini.
Adapun kekuatan Golkar untuk suara Aburizal Bakrie dilihat dari sejumlah daerah seperti Jawa Barat, Lampung, Riau, serta Kalimantan Selatan. Sementara, kekuatan suara Gerindra serta calon presidennya, Prabowo Subianto berasal dari Indonesia Timur seperti Maluku dengan 21,4 persen.
(hat/brn)











































