Survei Roy Morgan: Elektabilitas Jokowi Tembus 41%, Prabowo 17%

Survei Roy Morgan: Elektabilitas Jokowi Tembus 41%, Prabowo 17%

- detikNews
Kamis, 20 Mar 2014 12:08 WIB
Survei Roy Morgan: Elektabilitas Jokowi Tembus 41%, Prabowo 17%
Calon Presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Ilustrasi - Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Lembaga riset Roy Morgan Research hari ini merilis hasil polling bulanan tentang elektabilitas calon presiden dan partai politik menjelang pemilihan umum 2014. Hasil riset kali ini tidak jauh berbeda dengan bulan lalu.

Nama Joko Widodo atau Jokowi menurut riset tersebut, masih menjadi kandidat paling populer sebagai presiden. Elektabilitas pria yang saat ini menjabat Gubernur DKI Jakarta itu mencapai 41 persen, atau naik 1 persen dibanding bulan sebelumnya.

Jokowi unggul atas calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto yang mendapat 17 persen. Elektabilitas Prabowo pun naik 1 persen di banding bulan sebelumnya. Di posisi tiga ada calon presiden dari Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie dengan perolehan 11.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbeda dengan Jokowi dan Prabowo, Elektabilitas Aburizal justru mengalami penurunan 1 persen. Di urutan berikutnya ada Wiranto, - calon presiden dari Partai Hanura-, dengan elektabilitas sebesar 7 persen. Angka perolehan ini sama dengan bulan lalu.

"Jokowi, Prabowo, dan Aburizal ini tiga besar. Belum ada perubahan," ujar Directur Roy Morgan Research Indonesia, Irawati Soekirman di kantornya Kamis (20/3).

Berikut ini data lengkapnya:

1. Joko Widodo : 41 persen
2. Prabowo Subianto : 17 persen
3. Aburizal Bakrie : 11 persen
4. Wiranto : 7 persen
5. Jusuf Kalla : 5 persen
6. Megawati Soekarnoputri : 4 persen
7. Dahlan Iskan : 4 persen
8. Mahfud Md : 3 persen
9. Hatta Rajasa : 2 persen

Selain beberapa nama di atas, Roy Morgan juga meriset kandidat lain yang mendapat perolehan kurang dari dua persen. Kandidat lain itu adalah Surya Paloh, Gita Wirjawan, Anies Baswedan, Ani Yudhoyono, Yusril Ihza Mahendra, Pramono Edhie Wibowo, Djoko Suyanto, dan Sri Mulyani Indrawati.

(erd/van)


Berita Terkait