Jejak Elektabilitas 'Anak Ajaib' Jokowi dari Masa ke Masa

Jejak Elektabilitas 'Anak Ajaib' Jokowi dari Masa ke Masa

- detikNews
Senin, 17 Mar 2014 11:34 WIB
Jejak Elektabilitas Anak Ajaib Jokowi dari Masa ke Masa
Jakarta - Gubernur DKI Jokowi resmi jadi capres PDIP. Jokowi bukanlah ketua umum parpol atau pengusaha kaya, tapi anak ajaib yang didukung masyarakat karena citra merakyat. Seperti apa jejak perjalanan elektabilitas Jokowi dari masa ke masa?

Tak lama setelah dilantik jadi DKI-1 pada 15 Oktober 2012 silam, nama Jokowi terus menghiasi berbagai survei capres. Bahkan nama Jokowi langsung muncul sebagai capres yang patut diperhitungkan.

Survei pertama yang mencantumkan nama Jokowi sebagai capres muncul di awal tahun 2013. Adalah lembaga survei Pusat Data Bersatu (PDB) pimpinan Didik J Rachbini yang merilis survei tersebut pada 6 Februari 2013. Hasil survei PDB itu menunjukkan Jokowi unggul di urutan pertama dengan 21,2% mengalahkan Prabowo (18,4%) dan Megawati (13,0%).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Survei kedua dirilis oleh Lembaga Survei Jakarta (LSJ) pada 19 Februari 2013. Survei di 33 provinsi dengan 1.225 sampel itu memiliki margin error 2,8%. Hasilnya, Jokowi unggul lagi dengan 18,1 persen di urutan pertama, disusul Prabowo Subianto 10,9 persen dan Wiranto dengan 9,8 persen.

Lalu survei ketiga di 2013 dirilis pada 17 Mei 2013 oleh Median Survei Nasional (Median). Hasilnya, lagi-lagi nama Gubernur DKI Joko Widodo duduk di nomor urut 1 dengan 92%, disusul Jusuf Kalla (91,8%) dan Megawati Soekarnoputri (91,3%).

Nama Jokowi kembali moncer dalam survei keempat di tahun 2013 yang dirilis oleh Pol-Tracking Institute pada 5 Mei 2013. Survei ini menguji 14 nama tokoh melalui focus group discussion dengan melibatkan para ahli dari akademisi, pakar daerah, politisi, LSM, tokoh media, pengamat politik termasuk tokoh masyarakat.

Dari 14 nama yang disurvei, Jokowi menang telak dengan skor 82,54 persen, disusul Tri Rismaharani 76,33 persen dan Fadel Muhammad 70,38 persen. Survei kelima digelar LIPI yang dirilis 27 Juni 2013. Hasil survei ini menunjukkan Jokowi makin jauh meninggalkan Prabowo dengan 22,6%, disusul Prabowo Subianto dengan raihan 14,2% dan Aburizal Bakrie 9,4%.

Indonesia Research Centre (IRC) menjadi surveyor keenam di tahun 2013 yang memenangkan pria 52 tahun itu. Survei itu dirilis pada 28 Juni 2013. Survei ini menempatkan Jokowi di nomor urut 1 dengan 24,8%, disusul Prabowo Subianto 14,8% dan Aburizal Bakrie 7,95 %.

IRC mengulang surveinya pada 16 Juli 2013. Survei ketujuh di tahun 2013 ini dilakukan dilakukan terhadap pemilik telepon di 11 kota besar di Indonesia pada 8-11 Juli 2013. Hasilnya publik memilih Jokowi sebagai presiden dengan 32%. Setelah itu Prabowo (8,2%) dan Wiranto (6,8 persen).

Survei kedelapan di tahun 2013 digelar oleh PDB Rabu (17/7/2013). Ini kali kedua PDB menggelar survei di tahun 2013 dengan metode yang sama. Hasilnya, Joko Widodo makin tak tertandingi dengan 25,97%, meninggalkan Prabowo Subianto (19,83%) dan Megawati Soekarnoputri (13,08%).

Memasuki tahun 2014 elektabilitas Jokowi semakin tak tertandingi. Survei capres terakhir yang digelar oleh Indo Barometer semakin mengukuhkan posisi Jokowi sebagai capres terkuat saat ini.

"Simulasi 13 nama capres, Joko Widodo yang paling tinggi dipilih 34,8%, disusul Prabowo Subianto (17,4%), dan Aburizal Bakrie (12,5%). Sedangkan Megawati dan Wiranto dipilih masing-masing sebesar (6,8%). Calon lain kurang dari 2 persen," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, dalam paparan survei di Kantor Indo Barometer di Jl Tebet Barat Dalam, Jakarta Selatan, Rabu (12/3/2014).

Tren elektabilitas Jokowi memang semakin bagus, namun dengan raihan di bawah 50% Jokowi belum mampu memenangkan Pilpres satu putaran. Akankah 'anak ajaib' dari Solo ini meraih kursi RI-1?

(van/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini