"Naiknya suara Hanura berkat kehadiran Harry Tanoe. Pemberitaan di media itu yang mengangkat suara partai tersebut," kata Usman di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (13/3/2014).
Menurut Usman, dukungan dari Hary Tanoesudibjo bersama jaringan medianya berperan besar bagi Hanura. Ia menilai bahwa saat survei dilaksanakan, pemberitaan tentang Hanura sedang digenjot habis-habisan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya, kami tetap objektif. Kalau ini pesanan kan harusnya ada satu parpol yang tinggi sekali sampai di atas 40%. Ini kan tidak," ujarnya.
Namun yang mengherankan, LKP tidak mau membeberkan sumber pendanaan dari survei ini. Padahal sumber dana merupakan salah satu persyaratan yang diberikan KPU bagi lembaga survei.
"Kalau untuk sumber dana, saya tidak bisa menyebutkannya," jawabnya singkat.
Survei LKP dilaksanakan pada tanggal 26 Februari-6 Maret 2014 di 34 provinsi dengan mengambil 1240 responden melalui teknik multi stage random sampling. Populasi dari survei adalah seluruh penduduk Indonesia yang sudah memiliki hak pilih atau minimal telah berusia 17 tahun dan/atau belum 17 tahun tetapi sudah menikah.
Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara tatap muka serta bantuan kuesioner.Margin of error survei ini sebesar 2,8% dengan tingkat kepercayaan 95%.
Berikut presentase elektabilitas dari parpol berdasarkan survei LKP:
1. PDIP 21,8%
2. Golkar 18,1%
3. Hanura 11,3%
4. Gerindra 11,1%
5. Demokrat 6,7%
6. PKB 5,7%
7. PKS 3,7%
8. PPP 3,5%
9. PAN 3,3%
10. Nasdem 3,1%
11. PBB 1,1%
12. PKPI 0,3%
Undecided 10,3%
(van/van)











































