SSSG melakukan survei pada 10 Februari hingga 5 Maret 2014. Jumlah sampelnya 1.250 orang yang berasal dari 10 kota besar, yaitu DKI, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, Makassar, DIY, Palembang, Denpasar, dan Balikpapan.
Survei ini dilakukan dengan metode wawancara via telepon. Nomor telepon sampel diambil dari buku telepon. Tingkat keyakinan survei 95 persen dengan margin error 2,77 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Demokrat turun drastis. Tapi sebagian besar responden pada lari suaranya ke tidak tahu atau merahasiakan pilihannya," ujar peneliti SSSG Fadjroel Rachman dalam rilis survei di Four Season Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/3/2014).
Hal yang patut dicermati, tentunya oleh para peserta pemilu, hasil survei ini menunjukkan banyaknya pemilih yang belum tahu pilihannya. Parpol peserta pemilu berpeluang untuk meningkatkan elektabilitasnya jika bisa menggaet para pemilih 'galau' ini.
Berikut hasil survei elektabilitas parpol dibandingkan dengan elektabilitas dalam survei tahun 2013:
1. PDIP 10,48% turun dari survei di tahun 2013 sebesar 13,60%
2. Gerindra 6,48% naik dari 5,6%
3. Golkar 4,72% turun dari 5%
4. Hanura 3,92% naik dari 2,2%
5. PKS 2,32% turun dari 2,9%
6. Demokrat 2,24% turun dari 10,30%
7. PAN 2,00% turun dari 2,70%
8. PPP 1,60% naik dari 0,9%
9. Nasdem 1,44% turun dari 1,90%
10. PKB 1,12% naik dari 0,6%
11. PBB 0,48% turun dari 0,9%
12. PKPI 0,08% turun dari 0,1%
Tidak tahu 56,48% naik dari 9,80%
Golput 6,64% turun dari 43,60%
(trq/van)










































