Catatan survei sejak akhir 2012 elektabilitas Partai Gerindra menunjukkan kenaikan suara. Di sejumlah survei posisi Partai Gerindra dan PD bertukar tempat ketiga dan keempat.
Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang melakukan survei pada 6-20 Desember 2012 silam mencatat lonjakan Partai Gerindra dan penurunan suara PD. Survei ini melibatkan 120 responden secara acak di seluruh Indonesia dengan usia di atas 17 tahun, menggunakan metode tatap muka dengan tingkat toleransi kesalahan 3 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Golkar: 21 %
2. PDIP: 18 %
3. PD: 8 %
4. Gerindra: 7 %
5. PKB: 5 %
6. NasDem: 5 %
7. PPP: 4 %
8. PKS: 2 %
9. PAN: 1 %
10. Hanura: 1 %
Saat dilakukan survei lagi pada Februari 2014, posisi PD masih di atas Gerindra dengan selisih suara cukup besar. Rupanya ada kenaikan suara PD.
Survei ini menggunakan metode multi stage random sampling dengan cara wawancara tatap muka. Margin of error di angka 2,5 persen. Wawancara tatap muka dilakukan menggunakan cara pengambilan sampel berdasar proporsional daerah pemilihan (dapil). Ada 66 dapil yang diambil dan jumlah responden 1.520. Pertanyaan yang diajukan seputar partai yang akan dipilih dan caleg yang akan dipilih.
Berikut hasil survei SMRC terbaru yang dirilis pekan lalu:
1. PDIP: 16,5%
2. Golkar: 15%
3. Partai Demokrat: 10,4%
4. Gerindra: 8,6%
5. PKB: 7,7%
6. PPP: 5,5%
7. PAN: 4,8%
8. PKS: 4,5%
9. Hanura: 4,1%
10. NasDem: 3,8%
11. PBB: 1,2%
12. PKPI: 0,3%
Perolehan suara ini pun membuat Ketum PD SBY optimistis partainya akan meraih suara cukup besar di Pemilu 2014. "Ya tidak harus urutan pertama, tapi kita ikhtiar," kata SBY saat bertemu Chairul Tanjung dan Forum Pemredd pada Senin (10/3) malam.
Sementara Partai Gerindra terus berambisi terus mendongkrak suara demi pencapresan Prabowo. "Pokoknya Gerindra menang, Prabowo presiden," kata Waketum Gerindra Fadli Zon.
(van/nrl)











































