Pencapresan Gubernur DKI Jokowi diisukan sudah final, waktu dan tempat deklarasi pun sudah disiapkan. Menurut survei Media Survei Nasional (Median), elektabilitas Jokowi masih tertinggi jika masyarakat langsung ditanya siapa capres yang bakal dipilih.
"Berdasarkan riset kami, apabila tidak ada informasi negatif tentang kinerja Jokowi di Jakarta, maka elektabilitas Jokowi sebagai capres berada pada posisi pertama (30,1%)," kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, dalam siaran pers, Selasa (4/2/2014).
Survei ini dilakukan pada 28 Januari β 15 Februari 2014 dengan responden seluruh WNI di Indonesia yang memiliki hak pilih. Jumlah sampel yang digunakan 1.500 orang yang dipilih secara acak dengan Multistage Random Sampling dari 33 provinsi. Survei ini menggunakan margin of error +/- 2,57% pada tingkat nasional dengan tingkat kepercayaan 95%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jelas karena ada pengaruh pertanyaan ini, elektabilitas Jokowi jatuh. "Sedangkan apabila informasi negatif tentang kinerja Jokowi, yang dalam riset kami difokuskan pada ketidakpuasan publik atas permasalahan banjir dan kemacetan, diinformasikan kepada responden maka elektabilitas Joko Widodo turun menjadi 15,3%. Sehingga posisi pertama elektabilitas capres akan ditempati oleh Prabowo Subianto dengan angka 20,0%," ungkap Riko.
Berikut elektabilitas Jokowi saat ini, jika responden tidak dipengaruhi dengan isu negatif soal kegagalan di DKI:
1. Joko Widodo: 30,1%
2. Prabowo Subianto: 18,0%
3. Aburizal Bakrie: 10,0%
4. Megawati Soekarnoputri: 8,3%
5. Wiranto: 7,3%
6. Anis Matta: 4,0%
7. Dahlan Iskan: 3,0%
8. Yusril Ihza Mahendra: 2,6%
9. Hatta Rajasa: 1,4%
10. Surya Paloh: 1,3%
11. Muhaimin Iskandar: 1,0%
12. Suryadharma Ali: 0,3%
13. Sutiyoso: 0,1%
Tidah tahu/tidak menjawab: 12,5%
(van/nrl)











































