Bunga Citibank yang Tidak Masuk Akal

Suara Pembaca

Bunga Citibank yang Tidak Masuk Akal

- detikNews
Selasa, 02 Sep 2008 10:13 WIB
Bunga Citibank yang Tidak Masuk Akal
Keluhan
Saya adalah pengguna credit card Citibank sudah 10 tahun. Selama itu sudah banyak lika liku enak dan tidak enaknya. Saya termasuk orang yang enggan membaca rincian tagihan. Ada tagihan langsung bayar. Kalau ada uang bayar full kalau kurang biasanya bayar di atas minimum payment.

Bermula dari kasus tagihan via e-mail yang tidak pernah terkirim dan Citibank seperti biasanya selalu menyalahkan konsumen. Saya klaim dan selesai. Namun, begitu saya lihat rincian tagihan khususnya bunga kredit alangkah kagetnya. Bunga saya begitu besar.

Untuk itu saya kontak Citiphone Banking pada tanggal 1 September 2008 dan diterima Sdri Eka. Setelah melakukan rekon saya mendapat informasi bahwa terkesan Citibank ingin membodohi masyarakat dengan perhitungan bunga yang menurut saya tidak masuk akal.

Sebagai ilustrasi begini. Jika anda menggesek kartu senilai Rp 21 juta dan muncul tagihan dengan minimum payment katakanlah Rp 3 juta lalu anda bayar Rp 18 juta, kira-kira pikiran anda selanjutnya adalah bunga dihitung dari Rp 3 juta? Maka anda salah!

Pada bulan berikutnya tagihan Rp 3 juta anda bunganya tetap akan dihitung dari Rp 21 juta. Begitu seterusnya apabila anda tidak bayar lunas. Apakah ini fear tentu tidak. Setahu saya umumnya bunga dihitung dari sisa pokok pinjaman X bunga/ hari, sehingga boleh dibilang praktek ini hampir mirip atau sama dengan "renteneir". Cuma dikemas lebih modern. Kita berhutang ayam bisa jadi bayarnya kerbau.

Saya sangat kecewa karena informasi tentang bunga Citibank tidak pernah terbuka. Saya memutuskan menutup kartu saya dan menyarankan seluruh anggota keluarga saya untuk keluar dari Citibank apabila tidak ingin bangkrut.

Kepada YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) tolong untuk dapat melakukan kajian kepada bank-bank yang menetapkan kebijakan yang merugikan masyarakat serta menjadi mediasi khususnya untuk problem kartu kredit sehingga ke depannya bank pemberi kartu kredit tidak seenaknya mengeluarkan kebijakan yang tidak Fearnes dan Transparancy.

Rudy
Jl Gajah Mada No 1 Jakarta
uda11s@yahoo.com
6336789




Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait