Keluhan
Sungguh aneh Pertamina sudah memonopoli perdagangan elpiji di Indonesia masih teriak-teriak rugi terus. Kalau memang rugi sebaiknya Pertamina tidak perlu memasarkan elpiji 12 kg atau 50 kg lagi di Indonesia karena memang tidak ada obligasi Pertamina harus menjaga pasokan (memonopoli) elpiji 12 dan 50 kg.Seperti di Pulau Batam. Sudah banyak tabung elpiji 12 kg dari Singapore (warna silver) yang beredar karena harga gas propane = elpiji dari Singapura lebih murah. Hanya @ S$ 0.75/ kg = +/- Rp 4,800/ kg.
Kami yakin kalau Pertamina berhenti memasok elpiji 12 dan 50 kg maka pasokan gas propane (elpiji) masih banyak pihak swasta yang mau menggarap pemasaran elpiji 12 dan 50 kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi
Rawamangun Jakarta
merty2772@yahoo.com
4891054
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































