Kejujuran Iklan (Selular)

Suara Pembaca

Kejujuran Iklan (Selular)

- detikNews
Sabtu, 30 Agu 2008 17:08 WIB
Kejujuran Iklan (Selular)
Keluhan
Setiap melihat dan membaca iklan atau promosi suatu produk terutama bidang teknologi selalu bukan main. Alias mengagumkan.

SMS Rp 0,0000000000000000001 ke semua pelanggan. 'Unlimited kuota' alias akses internet tanpa batas alias tidak ada batasan berapa pun kuota suatu file yang terdonlot (terdownlod) saat berselancar ria). Kecepatan koneksi dengan triji (3G) atau 'tiga setengah ge' (3,5G), dan sebagainya dan sebagainya, bla blaa blaaa blaaa.

Semua terpampang begitu indahnya sehingga membuat mata awam pun akan tergiur dalam mengambil suatu keputusan guna memenuhi keinginannya. Namun, kenyataannya? Jauh. Bahkan sangat jauh sekali dari harapan dan sangat-sangat menyedihkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satu sama lain saling hujat, hina, dan "membantai". Apakah semua itu dibenarkan? dan apakah memang harus seperti itu adanya? Benarkah itu merupakan suatu strategi pemasaran yang selama ini dimakbulkan. Bahkan oleh seorang Hermawan Kertajaya dan Phillip Kotler sekali pun?

Pemakai jasa hanya bisa terdiam dan dibuat untuk mengikuti saja. Keluhan atau apa pun hanya tertampung dan tercatat. "Ya, kalau ndak mau pakai ya pindah saja Pak/Bu". Itu kata kata terakhir yang sering kita dengar sebagai pelindung dari si "empunya" (baca: pelaku bisnis).

Sampai kapan "jebakan-jebakan" atau "perangkap" itu akan berakhir, dan sampai kapan pula pelaku bisnis di Indonesia bisa beriklan atau berpromosi secara jujur dan sesuai dengan etika yang memang seharusnya didasari suatu rasa kebangsaan dan kebaikan serta tanpa interes dari pihak mana pun.

Ataukah memang semua bisnis dan pelakunya diharuskan untuk seperti itu dan mengiyakannya agar dapat "berperang dan membunuh" satu sama lain guna membiayai berbagai biaya yang mengikatnya yang pada akhirnya mengorbankan para pemakai jasa.

Sudah 63 tahun bangsa ini merdeka. Tapi, apakah memang benar sudah merdeka?  Semoga bangsa ini terutama pelaku bisnisnya menjadi suatu bangsa dan pelaku bisnis yang memang besar dan bukan dibesar-besarkan. Sesuai dengan lirik lagu kebangsaannya "Bangunlah Jiwanya Bangunlah Badanlah" bukan "Bangunlah Raganya Bangunlah Jiwanya".

Drajad Wiryawan CEH CHFI
Jl Kemuning IVA/42A RT 009/06
Jakarta Selatan 12510
wiryawan@gmail.com
0217981192, 08128016996



Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait