Keluhan
Rencananya saya dan keluarga akan bersantai pada akhir pekan lalu di salah satu unit vila di Bukit Talita Resort di kawasan Ciloto Jawa Barat. Pada Jumat tanggal 1 Agustus 2008 setelah berbicara dengan petugas Marketing bernama Ibu Piti saya setuju untuk melakukan pembayaran uang muka sebesar Rp 500,000 dari total harga Rp 1,040,000. Uang tersebut saya kirimkan melalui ATM BCA. Kami tiba di Bukti Talita pada Sabtu, 2 Agustus sekitar pukul 1.30 siang. Begitu masuk komplek Bukti Talita saya dan suami bergegas ke front office untuk melunasi pembayaran. Di sana petugas mengatakan bahwa pembayaran yang telah dilakukan bersifat non-refundable.
Saya agak terkejut. Batin saya kenapa tidak disampaikan sebelum saya membayar? Karena toh, pada hari Jumat, saya bicara melalui telepon dengan Ibu Piti dan meminta nomor rekening Bukit Talita untuk mentransfer tanda jadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anyway, setelah membayar, kami diantar ke unit. But then, we found the big surprise for that weekend. Saya dan keluarga benar-benar terkejut dan marah. Kondisi unit yang disewakan ternyata sangat tidak layak.
Furnitur terkesan asal-asalan tanpa memperhatikan nilai estetika sama sekali dan penuh debu. Sampai-sampai saya malas untuk duduk di sofa yang tersedia. Buat saya debunya tergolong luar biasa. Sama mengejutkannya ketika saya melongok kolong sofa dan meja yang ada. Debu dibiarkan menumpuk hingga membentuk gumpalan seperti kapas.
Belum habis kaget dan rasa jijik saya melihat kondisi tersebut, ketika kamar mandi dibuka, saya menemukan kecoa-kecoa mati, paku di lantai, dan debu yang juga menumpuk tebal di lantai dan bak air kamar mandi. Masih penasaran lantas saya, suami, kakak ipar, mertua, keponakan-keponakan, dan anak saya lantas memeriksa kondisi kamar-kamar tidur yang ada. Ternyata sama saja. Sprei dan selimut yang mereka gunakan untuk kasur mungkin terlihat bersih, tapi bau. Debunya masih tetap bisa saya dan keluarga rasakan.
Saya kecewa luar biasa. Saat itu juga saya menelepon front office dan minta agar mereka mengirimkan petugas untuk membersihkan seluruh bagian dari unit yang kami sewa (tanpa tahu keadaan sebenarnya).
Untuk sedikit menghibur anggota keluarga lain yang tampak kecewa, saya dan suami memutuskan untuk berjalan-jalan ke wilayah sekitarnya. Kami sengaja mencari makan siang bahkan berkunjung ke factory outlet untuk menghabiskan waktu.
Setelah lelah jalan-jalan selama kurang lebih 5 jam dan karena hujan mulai deras kami semua memutuskan untuk kembali ke unit. Saat itu sudah lewat dari jam 7 malam.
Alangkah terkejutnya kami ketika melihat ternyata kondisi vila yang kami sewa masih tetap 'kotor'. Rupanya pihak pengelola belum membersihkan sama sekali. Yang makin mengerikan, tenyata selain perabot yang reot, rusak, dan berdebu, satu-satunya kamar tidur di lantai bawah vila ternyata bocor karena rembesan air dari luar!
Sedih dan marah, saya langsung minta suami untuk mengantar ke front office (jarak vila kami ke FO sekitar 50-60 meter berjalan kaki). Sesampainya di sana saya minta untuk dipertemukan dengan Manajer yang bertugas. Setelah bertemu saya tumpahkan semua kekecewaan saya. Saya katakan bahwa semua rencana saya berantakan karena mereka tidak beritikad baik.
Saya juga katakan bahwa dalam bisnis ada etika. Jangan pernah berdagang dan menipu pembeli. Analoginya, jika telur yang dijual busuk, beritahukan kepada calon pembeli.
Jika ia memaksa untuk membeli, maka risiko menjadi milik pembeli. Tapi, dengan demikian berarti penjual telah memberikan hak pembeli --dengan memberitahukan kondisi barang, dan juga melaksanakan kewajibannya dengan memberikan informasi yang jelas dan benar.
Saya lantas minta pertanggungjawaban pihak manajemen. Tapi, mereka hanya mengelak dengan mengatakan bahwa mereka tidak tahu kondisi unit vila yang disewakan. How stupid is that? You're selling something which condition's you don't know of? Alangkah tidak bertanggung jawabnya.
Awalnya saya sempat pikir untuk mencari vila/ hotel lain. Tapi, karena cuaca buruk dan saya datang bersama mertua yang berusia 75 tahun dan beberapa orang lainnya yang tidak mungkin saya ajak "berpetualang" di tengah hujan, maka saya urungkan niat tersebut.
Pengelola memang lantas membersihkan unit vila setelah saya marah besar dan berargumen. Sesi bersih-bersih berlangsung dari pukul 8 malam hingga 9 malam. Tapi, tetap saja, rencana akhir pekan saya dan keluarga terlanjur rusak ketika kami ternyata terpaksa menginap di vila dengan kondisi sangat tidak layak.
Mereka hanya terlihat sedikit menyesal dan lagi-lagi (berulang kali) mengatakan bahwa mereka tidak tahu bahwa kondisi unit vila yang disewakan ternyata sudah amat parah dan tidak layak.
Sepertinya mereka harus belajar tentang hospitality industry dari 'nol'. Kalau memang pihak manajemen Bukit Talita bersedia saya akan luangkan waktu untuk mengajar mereka. Dengan senang hati akan saya lakukan.
Oya, sepertinya mereka lumayan tebal muka. Karena lewat dua minggu setelah kejadian itu, mereka bahkan tidak berusaha menghubungi untuk menyampaikan permintaan maaf. Sepertinya sebagian orang memang rakus dan egois ketika berbisnis. Tidak mengindahkan etika. Hanya mementingkan profit alias keuntungan.
Ada hal-hal lain yang juga masuk dalam daftar kekecewaan saya dan penting untuk menjadi catatan:
1. Water heater rusak, hanya bisa digunakan air panasnya saja. Tapi, kulit siapa juga yang kuat untuk direbus hidup-hidup?
2. Dinding lembab dan tampak berlumut di bagian dalam vila.
3. Dinding luar vila sudah lapuk dan banyak (banget!) mengelupas.
4. Sampah banyak di bagian luar vila (tisu kotor yang sudah dibuang, plastik, daun, sisa makanan busuk, dan lain-lain).
5. Debu yang menggumpal dan sapu lidi dengan banyak kutu/serangga kecil yang bikin gatal teronggok di pinggir dipan beralas bantal. Atau kalau memang Anda mau berbesar hati bisa saja anggap lidi dan gumpalan debu jadi bagian dari interior.
6. Contact Person dari Bukti Talita: Ibu Piti, Ibu Titi, Pak Uun (General Manager) dan Pak Sila.
Jika ada pihak manajemen Bukit Talita yang merasa perlu mengajukan pembelaan saya persilahkan.
Laila Sofianty
Jl Otista
Jakarta Timur
sofia_jkt@yahoo.com
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































