Atitude Standard Chartered Tidak Pantas

Suara Pembaca

Atitude Standard Chartered Tidak Pantas

- detikNews
Kamis, 14 Agu 2008 15:43 WIB
Atitude Standard Chartered Tidak Pantas
Keluhan
Satu setengah tahun lalu calon istri saya membeli sebuah butik di Jl H Nawi Raya. Setelah semua masalah jual beli selesai dengan pemilik sebelumnya bernama Josep Saminoe kami mulai meneruskan usaha yang dibeli oleh calon istri saya tersebut.

Setelah jalan masuk 6 bulan sampai 1 tahun usaha banyak pihak perbankan dan collector yang mencari pemilik sebelumnya (Josep Saminoe / Yonce) terkait masalah kartu kredit. Kami pemilik baru butik di Jl H Nawi Raya tidak tahu menahu dengan latar belakang masalah pribadi pemilik butik sebelumnya dengan pihak bank.

Bahkan, setelah transaksi jual beli butik pun kami sudah tidak kontak. Apalagi punya hubungan lebih daripada sekedar hubungan penjual dan pembeli usaha butik karena hubungan tersebut telah selesai setelah perjanjian jual beli terlaksana.

Ada beberapa kolektor bank yang mencoba cari informasi pemilik butik sebelumnya yaitu Sdr Josep / Yoce. Kami dicurigai masih punya hubungan keluarga, bisnis lain, atau apa. Kami coba jelaskan bahwa kami tidak ada ikatan apa-apa dengan pemilik butik sebelumnya.

Tetapi, ada dari pihak kolektor Bank Standard Chartered yang sampai hari ini masih terus menerus mengontak kami. Bahkan, sampai bepuluh-puluh kali konfirmasi mencari pemilik butik sebelumnya yang merupakan nasabah mereka yang bermasalah dengan kartu kredit.

Sangat saya sayangkan mereka sampai terus menerus menelepon calon istri saya melalui nomor telepon butik. Bahkan hand phone (yang diberikan oleh karyawan baru butik calon istri saya) dan mengancam serta mengolok-olok calon istri saya dan sampai mengeluarkan kata kata yang tidak pantas dikeluarkan oleh orang yang berpendidikan. Apalagi institusi seperti Standard Chartered Bank.

Kami merasa harus menyampaikan ini karena hal ini sudah sangat keterlaluan. Orang lain yang bermasalah dengan kreditnya kok kami yang dikejar-kejar dan diancam? Dikarenakan pihak StanCard "kehilangan jejak" nasabah yang bermasalah.

Kami ingin klarifikasi dan sudah kami lakukan berkali-kali dengan pihak kolektor bank. Tetapi, masih juga terjadi pihak kolektor Standard Chartered Bank meneror kami. Apabila hal ini terus berlanjut kami merasa terpaksa harus melanjutkan komplain kami ke pihak berwajib yang lebih berwenang.

Semoga surat ini dapat dibaca oleh pihak pihak yang terkait dan memiliki kepentingan di dalamnya. Terima kasih.

Andrian
Jl Cemara No 5 Menteng Jakarta
andr_andrian@yahoo.com
08170008654



Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait