Keluhan
Peristiwa ini terjadi di Bandara International Polonia Medan. Pada tanggal 28 Juli 2008 saya sekeluarga dan seorang teman akan kembali ke Thailand untuk menyelesaikan studi di Asian Intitute of Technology. Karena di Bandara Polonia semua troley masih dikuasai petugas di bandara (walau hal ini pernah dikomplain oleh Sdri Oky tertanggal 24/07/08) dan kami membawa beberapa koper, terpaksa saya menggunakan jasa mereka dan harus membayar. Saat akan check in di Air Asia di pintu masuk kami diminta menyerahkan tiket dan paspor oleh salah seorang oknum yang bertindak layaknya petugas berwenang bandara (yang ternyata seorang penyedia jasa). Para penyedia jasa ini memang sudah terbiasa mengurusi penumpang. Mereka mengisi setiap formulir syarat pemberangkatan, airportex, dan bahkan sampai fiskal.
Untuk jasa tersebut saya dikenai biaya yang menurut saya masih wajar (walupun saya biasanya mengurusnya sendiri). Yang mengherankan saya saat pengisian formulir permohonan bebas fiskal kami dikenakan biaya fotokopi Rp 5,000/ passpor. Ketika hal ini saya konfirmasi langsung ke Imigrasi Bandara salah seorang petugas menyampaikan hal yang sama dengan alasan kami sudah pindah alamat di Bangkok (padahal formulir itu seharusnya didapatkan gratis dan tidak memerlukan fotokopi passpor).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saya sangat kecewa dengan kondisi di Bandara Polonia tersebut. Di saat pengantar tidak diizinkan melewati pintu pemeriksaan para penyedia jasa bebas berkeliaran keluar masuk dan cenderung dibiarkan oleh petugas berwenang bandara untuk menguasai troley dan mencari mangsa.
Mudah-mudahan pihak terkait membaca tulisan saya dan menertibkan para penyedia jasa di Bandara International Polonia tersebut karena sangat mengganggu kenyamanan penumpang dan merusak citra bangsa. Apalagi dengan pencanangan "Visit Indonesia Year 2008".
Salam,
Budi Hariansyah
Komplek Asian Institute of Technology
SV 9A Khlong Luang
Patum Thani -Thailand
azwiva@yahoo.com
+66875150669
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































