Calo di BRI Cabang Panbil Mall Batam

Suara Pembaca

Calo di BRI Cabang Panbil Mall Batam

- detikNews
Senin, 11 Agu 2008 10:54 WIB
Calo di BRI Cabang Panbil Mall Batam
Keluhan
Kasusnya berawal saat saya hendak menyetor sejumlah uang ke Bank BRI Cabang Panbil Mall Batam untuk dikirim ke orang tua di kampung. Saya datang sekitar jam 14.00 pada hari Rabu, 6 Agustus 2008.

Sesampainya di Bank BRI saya hendak mengambil nomor antrian pelayanan. Namun, nomor telah habis dikarenakan sistem yang dipakai adalah menyediakan nomor antrian maksimum sampai dengan nomor 250. Selebihnya tidak ada lagi melayani pelayanan.

Karena melihat kondisi saat itu yang masih banyak orang saya bertanya ke petugas yang biasanya memberikan formulir, "Pak, kalau tidak dapat nomor antrian apa masih boleh melakukan transaksi?" Dan, dijawab oleh petugas yang bersangkutan, "tergantung kondisinya, bila sampai sebelum jam 15.00 sudah habis yang 250 nomor maka itu masih bisa. Namun, sepertinya hari ini tidak bisa karena pelayanan sekarang masih di sekitar nomor 176."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian dengan nada agak pelan sang petugas menyambung perkataannya, "kalau mau nomor antrian tunggu saya di luar." Perkataan tersebut sempat diulangi sampai 2 kali untuk memperjelasnya.

Saya heran bercampur geram. Kita hendak menabung kok malah di-caloin. Kalau memang niat membantu kenapa tidak langsung di tempat itu. Kenapa harus di luar? Memang dipikirnya saya mau membayar sesuatu atau dalam posisi terjepit untuk bertransaksi di BRI saat itu. Tanpa basa-basi saya angkat kaki dari Bank BRI tersebut. Ini karena akumulasi kekecewaan saya terhadap BRI.

Sebegitu parahnya sehingga hanya untuk mendapatkan nomor antrian saja harus lewat calo. Belum lagi loket teller yang tersedia hanya 1 yang beroperasi saat itu. Ditambah lagi sebelumnya saat pernah saya bertransaksi menabungkan sejumlah uang ke rekening BRI unit dikenakan charge biaya tambahan sebesar 15 ribu.

Biaya ini dianggap sebagai biaya transfer dari BRI lokal ke BRI unit (kampung/ pedesaan). Heran, sesama BRI saja kena biaya tambahan hanya karena dari cabang lokal ke unit (istilahnya dari kantor kota ke kantor cabang desa).

Memang BRI memiliki cabang hingga pelosok/ pedalaman. Namun, dengan kondisi yang saya hadapi hari itu saya berpikir ulang untuk kembali bertransaksi dengan BRI.

Salam hangat,
Cahyono
Batam
cahyono_widiyanto@yahoo.com
08192222279




Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads