Calo Pemasangan Telepon Baru

Suara Pembaca

Calo Pemasangan Telepon Baru

- detikNews
Rabu, 06 Agu 2008 15:34 WIB
Calo Pemasangan Telepon Baru
Keluhan
Karena baru menempati rumah baru di Bintaro saya pasti ingin melengkapi fasilitas rumah dengan telepon rumah (Telkom). Datanglah saya ke Kantor Telkom pada Oktober 2007.

Menurut data Telkom saat ini di wilayah saya jalurnya sudah penuh. Jadi saya berada di waiting list untuk pemasangan telpon baru. Saya diminta untuk telpon 2 minggu kemudian ke nomor 147. Tetapi, pada saat saya telepon dijawab dengan jawaban, "saat ini jalurnya masih penuh."

Pada waktu itu saya rajin telepon. Sampai akhirnya males telepon karena jawabannya selalu sama. Kemudian pada bulan April 2008 saya di datangi petugas Telkom dengan alasan mau survei. Tapi, ternyata petugas tersebut menawarkan pemasangan telpon baru dengan Jasa Rp 1,500,000 langsung 'kring'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada waktu itu memang saya bilang, "wah, mahal sekali yaa." Petugas tersebut meninggalkan nomor telepon dan nama. Petugas tersebut juga mengatakan, "ada kok yang ngajuin dari tahun 2006 sampai sekarang belum terpasang."

Tidak lama setelah itu saya mendapat info dari teman bahwa teman saya juga mengalami hambatan dalam melakukan pemasangan telepon baru di Bintaro. Oleh karena teman saya butuh cepat maka terpaksa memilih jalur "cepat". Dan menurut teman saya, "gampang kok kalo mau cari calo, tanya aja ke teknisi yang suka benerin telepon."

Waaww ... Saya jadi berpikir. Waah ternyata jalur calo ada juga yaa di Telkom. Pantesan kalau mau pasang telepon dipersulit. Tapi, nanti ujung-ujungnya bisa tapi lewat calo. Saya memang tidak berminat melalui jalur "cepat", karena tidak mendidik orang berbuat baik dan jujur.

Sehabis melihat iklan Telkom di TV tiba-tiba saya ingat kalau saya punya pendingan telepon. Dan, untuk terakhir kalinya saya telepon ke pihak Telkom 147 seperti biasa dijawab, "masih penuh, belum ada jalur yang kosong."

Kemudian saya cerita ke Customer Service Telkom kalau saya ditawari calo. Itu artinya ada jalur yang kosong karena calo menawarkan bisa melakukan pemasangan telepon baru. Customer Service tetap tidak memberikan solusi. Ya, ampuunnn. Mau pasang telepon aja kok susah, trus ngapain pasang iklan Telkom di TV kalau begitu.

Kapan KPK ke Telkom? Bagaimana nasib Negara Indonesia ini? jika calo masih harus dibudidayakan. Mohon tanggapan dari pihak Manajemen Telkom supaya jangan dipersulit dan Be Honest. God Always Knows.

Iksas
Bintaro Sektor IX Tangerang
ik_pooh@yahoo.com
02199920933



Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads