Lagi-lagi Trans BSD Mogok

Suara Pembaca

Lagi-lagi Trans BSD Mogok

- detikNews
Senin, 04 Agu 2008 15:08 WIB
Lagi-lagi Trans BSD Mogok
Keluhan
Hari ini Trans BSD mogok lagi. Cukup menyebalkan. Apalagi perjalanan saya menuju terminal TransBSD diikuti anjing buduk, sambil mengendus-ngendus kaki saya, dan berpikir, enak nggak ya kalo digigit. Hampir aja tuh anjing saya semprot pake minyak wangi kalo dia nggak buru-buru pergi.

Saya naik Trans BSD trip BSD - Ratu Plaza jam 6.10. Dari awal sudah agak aneh. Kayaknya sopirnya kok saya nggak pernah tau ya? Apa saya yang udah jarang naik? Trus, jalan bisnya lamaaaaaaa banget. Jam 7 masih ada di Metro PI. Uaduh .. alamat nie jam tidur saya lebih panjang.

Begitu sampai di Pakubuwono jalanan yang agak lengang pagi ini bisnya tiba-tiba cedut .. cedut .. mati mesin. Spontan saya mengeluh, "yaaaaa ... " Langsung mesin dinyalain lagi oleh supir, dan saya sedikit bernafas lega. Tapi, kok bisnya nggak jalan-jalan ya? Supirnya juga kok kayak narik-narik sesuatu gitu. Sependek penglihatan saya dari duduk yang di kursi tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Duh ... kok nggak jalan-jalan? Mulai panik. Telat ngantor nie saya. Nggak cuma saya ternyata. Banyak penumpang lain yang mulai panik. Apalagi mendengar supir menyuruh keneknya ngapain gitu, ngecek mesin. Hadoooohhh ...

Akhirnya, turunlah penumpang satu per satu. Kata supirnya, "ini, Pak, koplingnya nggak bisa diinjek, nggak bisa ngerem." Saya mah nggak ngerti mesin, jadinya iya-iya aja. Maunya siy naik taksi, melanjutkan perjalanan sampai ke kantor. Tapi, tau sendiri kan jam segitu, susah banget nemuin taksi kosong. Eh ... nggak berapa lama, ada Trans Bintaro lewat, dan kita dioper ke bis tersebut.

Dalam hati saya mengeluh, harga tiketnya naik, tapi pelayanannya nggak naik.
Malahan, makin sering saya mendengar, melihat, dan mengalami bis BSD mogok. Belum lagi ketika hari libur. Jadwal yang sudah tertera di flyer dilanggar sendiri oleh pegawai-pegawai. Alasannya kalo ditanyain kenpa telat, "kita kan juga pengen libur Mbak!" Jawaban memancing emosi.

Dulu, waktu saya dikasih angket tentang rencana kenaikan harga tiket, saya termasuk nggak setuju. Kenapa? Penumpang trans BSD banyak banget. Kalo cuma untuk menutupi kenaikan BBM rasanya nggak perlu deh mereka naikin harga tiket. Bisa aja disiasati dengan pengurangan jadwal, pas jam-jam sepi, setiap satu setengah jam sekali.

Tapi, lagi-lagi dikarenakan PT. Wifend Dharma Persada ini menguasai pasar. Apakah mereka pernah mendengarkan keluhan konsumen? Seandainya denger, apakah pikiran mereka begini, "wong balik-baliknya naik TransBSD aja, biarin aja deh".

Saya sendiri, sedikit mengurangi naik TransBSD. Pulang kantor saya naik P77 dari Karet kolong sampe Kebon Nanas, bis tanpa rem, AC-nya langsung dari jendela yang terbuka lebar, dan memang worth it karena tarifnya cuma 3K. Abis itu lanjut naik angkot BSD-Cikokol, sampe ke Kolam Renang 1.3 4K. Emang siy, empet-empetan, kadang kalo beruntung kita bisa menemukan "temen" kecil kita yang berkaki 6, tapi setidaknya bis ini nggak pernah mogok.

Galuh Ayu W
Jl Tanjung I Blok H2 No 3 BSD Sektor I 1
Serpong Tangerang
galuh_aw@yahoo.com
02192573664




Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads