Profesionalisme Penyelenggara Indonesian Idol

Suara Pembaca

Profesionalisme Penyelenggara Indonesian Idol

- detikNews
Senin, 04 Agu 2008 09:04 WIB
Profesionalisme Penyelenggara Indonesian Idol
Keluhan
Saya hanya ingin memberikan informasi kepada khalayak ramai agar menjadi tahu dan lebih waspada the next time ingin ikut acara Indonesian Idol. Pertama-tama dari segi keamanan sangatlah kurang sekali. Hal ini dapat ditunjukkan dari pengamanan gate depan. Tidak ada sama sekali penjagaan atau penyortiran kepemilikan tiket sehingga banyak sekali pihak-pihak tidak berkepentingan dapat memasuki area Japex Kemayoran dengan mudah.

Hal ini dapat berakibat langsung terhadap rendahnya keamanan. Hal ini terbukti sendiri dari kerugian yang saya alami yaitu kehilangan kamera jenis Lumix 7,2 megapixel (kurang lebih seharga 1,8 juta rupiah) dan teman saya yang kehilangan HP Nokianya dengan harga beli 3 juta rupiah.

Peristiwa tersebut terjadi pada saat saya mengantri tiket untuk ditukarkan dengan hadiah. Terjadi penggencetan dari belakang dan pada saat itulah pencopetan dilakukan. Belum lagi banyak sekali komplain yang diajukan mengenai banyaknya orang yang juga mengalami kehilangan HP dan Dompet. Baik di luar gedung maupun di dalam gedung waktu konser.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenai kinerja protokoler Indonesian Idol menurut saya sangat-sangat kurang. Menurut saya diakibatkan karena kurangnya tenaga kerja protokoler tersebut. Hal ini terbukti dari masih sangat kurangnya ketertiban antrian. Masih banyak yang membuat barisan baru pada saat memasuki gedung, dan banyaknya kejadian dorong-dorongan.

Kemudian, penyeleksian tiket (FESTIVAL, SILVER, GOLD, PLATINUM) hampir tidak
dilakukan. Protokoler hanya melihat tiket dan memberitahukan daerah masing-masing tiket tanpa mengawasi apakah pemilik tiket sudah duduk di tempat yang benar. Bahkan saya sempat mendengar ada yang berbicara "diisi saja tempat yang belum terisi, terserah di mana".

Kata-kata di atas menurut saya sangat berpotensi menimbulkan kesalahpahaman bagi pemegang tiket yang tidak berhak atas tempat duduk yang bersangkutan. Hal ini dapat terbukti dari banyaknya penonton (sekitar 20-an orang. Kebanyakan dengan tiket Gold dan Platinum yang tidak mendapatkan tempat duduk (sangat dimungkinkan mengingat sangat kurangnya penyeleksian tiket yang dapat memungkinkan terjadinya penyusupan misalnya dari Silver pindah duduk ke Gold). Mereka terpaksa harus menunggu berdiri cukup lama sampai disediakan tempat duduk, dan itu juga bukan sepenuhnya di tempat yang sesuai dengan tiketnya.

Bahkan ada sekitar 2 atau 3 orang penonton yang terpaksa menonton berdiri di daerah perbatasan Gold dan Platinum selama acara berlangsung (kurang lebih 4 jam), dan hanya bisa duduk di tangga tempat berjalan.

Saya hanya ingin menanyakan di manakah profesionalisme penyelenggara acara. Bagaimana mungkin tiket yang telah diperoleh dengan harga yang tidak murah tidak dapat dimanfaatkan dengan sepenuhnya sesuai dengan hak pemilik tiket. Dan apakah setiap kali ada show harus ada yang menderita kerugian materi akibat pencopetan dan rendahnya keamanan?

Terima kasih atas perhatian yang diberikan. Semoga suara ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua sekaligus pemacu bagi penyelenggara acara agar dapat lebih meningkatkan keamanan dan jalannya acara. Terutama bagi pemilik tiket yang sudah susah-susah menyediakan waktu, tenaga, dan materi untuk menyaksikan acara. God bless.

Ricard
Jl Jelambar Raya 3 No 123 Jakarta
cielrocks@yahoo.co.id
08170819112




Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads