Hati-hati Beli Avanza di Setia Jaya Depok

Suara Pembaca

Hati-hati Beli Avanza di Setia Jaya Depok

- detikNews
Selasa, 29 Jul 2008 10:55 WIB
Hati-hati Beli Avanza di Setia Jaya Depok
Keluhan
Saya adalah salah satu customer yang sangat kecewa dan merasa sudah ditipu oleh salah satu Dealer Toyota yang berlokasi di Jl Margonda Depok. Sebagai kronologisinya saya jelasnya sebagai berikut;

- Pada tanggal 22 Maret 2008 saya mendatangi Dealer Astra di atas yang berlokasi di Jalan Margonda Raya No 348 (PT Setia Jaya). Saya dilayani oleh Sales bernama Suciwati. Setelah mendengar penjelasannya mengenai produk Avanza bahwa Astra tidak lagi menjual produk Avanza standard hanya tipe Dress Up saja yang diproduksi maka akhirnya saya memutuskan untuk memilih Avanza tipe E Dress Up.

Keputusan ini saya ambil dengan pertimbangan informasi yang diberikan oleh dia dan informasi yang saya peroleh dari website Astra (dari internet). Menurut informasi yang saya terima dari Sdri Suci, secara fisik tidak ada perbedaan mencolok pada tipe E Dress Up dengan tipe G. Perbedaannya hanya pada terletak pada AC, type dan bumper belakang yang tidak ada pada tipe E Dress Up, accessories lainnya sama seperti tipe G.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, produk tersebut tidak ready stock dan harus indent. Akhirnya saya setuju untuk indent dan menyerahkan uang muka sebesar Rp 5 juta dengan nomor SPK 14344, dengan delivery produk pada bulan Juli. Walaupun cukup lama tapi saya bersedia untuk menunggu. Β 

- Pada tanggal 7 Juli saya menghubungi Ibu Suci untuk menanyakan unit kendaraan saya. Namun, dijawab pada hari itu belum ada unit sesuai jenis pesanan saya. Saya mengingatkan dia bahwa delivery yang dia janjikan adalah bulan Juli. Jadi saya minta untuk segera didesak karena saya harus tugas keluar kota. Jawabannya akan mengusahakan barang tersedia pada bulan Juli ini juga.

- Pada Senin, 21 Juli pihak saya dihubungi oleh Sdri Suci bahwa unit kendaraan saya sudah ada dan siap dikirim. Saya diminta untuk melunasi sisa pembayaran agar STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) bisa diurus ke pihak Kepolisian. Di sini, dia kembali meyakinkan kepada saya bahwa unit kendaraan saya adalah Tipe E Dress Up.

- Akhirnya pada tanggal 22 Maret saya mentransfer sisa kewajiban saya. Dan total nilai kendaraan sebesar 116.6 juta sudah lunas saya bayar.

- Beberapa hari kemudianΒ  Suci menginformasikan kendaraan saya sudah siap untuk diambil atau dikirim.

- Setelah kendaraan sampai di rumah, dan di-chek oleh keluarga saya, saya benar-benar merasa sudah dibohongi mentah-mentah. Ternyata kendaraan yang dikirim bukan tipe Dress Up. Namun jenis kendaraan standard jauh dari yang kami harapkan. Pada saat ini diinformasikan ke Sdri Suci, dia menjawab kendaraan yang dikirim adalah tipe standard yang diterima dari TAM (Toyota Astra Motor).

- Saya sangat kecewa dan sangat dirugikan. Karena mulanya dia masih bersikeras bahwa dia sudah mengirim unit kendaraan yang benar dan berkelit dengan berbagai alasan. Baru akhirnya setelah berdebat keras dia mengakui bahwa kendaraan yang dikirim tipe standard. Ini jelas-jelas, suatu penipuan apakah individual atau konspirasi dealer untuk mencari margin dengan menghalalkan segala cara?

- Pada hari Sabtu, 26 Juli 2008. Saya datangi Dealer di atas untuk menuntut
pertanggungjawaban. Namun, saya tidak diberi kesempatan untuk berbicara dengan Pimpinan Cabang tersebut dengan alasan atasannya sudah pulang.

Saya hanya diterima oleh Sales Supervisor bernama "Janny Hendrik Kirojan". Pada Sdr Janny saya menjelaskan semua permasalahan yang saya hadapi. Mobil saya kembalikan pada Dealer tersebut hari Sabtu. Saya minta, kendaraan dilengkapi sesuai dengan Surat Pesanan nomor 14344. Pada hari Senin, 28 Juli 2008. Namun, hingga saat ini belum dipenuhi.

- Saya tidak habis pikir kenapa ini bisa terjadi. Apa tidak ada standard prosedur yang harus dilakukan sales person pada saat menyerahkan kendaraan kepada customer.

Pada hari Sabtu, 26 Juli 2008 tersebut Sdri Suci mengaku tidak melihat kendaraan pada saat diserahkan? Padahal tidak mungkin kunci mobil didapat dari dia. Apakah bisa diterima akal sehat. Dia menyerahkan kendaraan tanpa melihat fisik kendaraan.

Padahal saat komunikasi di telepon dia jelas-jelas berbicara bahwa unit kendaraan saya itu adalah tipe E Dress Up. Bahkan, dia sebutkan sudah melap kendaraan tersebut. Bagaimana mungkin saya bisa mempercayai ucapan Sales Person tersebut? Hingga saat saya menulis disurat pembaca ini Sdr Janny masih belum bisa menyelesaikan masalah saya.
Β 
Kekecewaan saya semakin bertambah karena ternyata Pimpinan mereka tidak bisa saya temui dan sedang berada di luar kota.

Bagi saya ini bukan sekedar kesalahan biasa yang bisa dimaafkan begitu saja tanpa ada kompensasi kerugian waktu, uang, dan tenaga yang saya keluar karena harus mengurus masalah ini. Pekerjaan kantor saya jadi terganggu.

Seandainya pihak Dealer memberitahu bisa jujur dari awal dan memberitahukan kondisi kendaraan yang ada saya tidak perlu mentransfer uang. Uang seharusnya
ditransfer atau dibayarkan bila kendaraan sesuai dengan spek yang diinginkan customer.

- Saya yakin jika ini terjadi pada customer yang tidak paham dengan spec kendaraan dia tentu akan menerima saja walaupun sudah sangat dirugikan dan tidak berani untuk menuntut. Dan tentu keuntungan yang dinikmati oleh Dealer akan semakin besar.

Bagi saya yang biasa bergelut dibidang otomotif ini benar-benar tidak bisa diterima terhadap cara pembodohan, meremehkan, dan sangat merugikan customer ini. Saya berharap, dengan informasi ini semoga tidak ada lagi orang yang tertipu atau dirugikan seperti yang saya alami.

Irhasni Yunus
Komplek Koperasi B/6 Cimanggis Depok
Irhasni@gmail.com
08561127380




Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads