Keluhan
Temen-temen pembaca dan masyarakat luas umumnya. Berhati-hatilah dalam membeli ponsel esia. Pengalaman tidak menyenangkan terjadi pada diri saya sendiri. Membaca iklan adanya kerja sama esia dengan pemegang kartu kredit Mandiri, cukup dengan membayar 25 ribu + PPN 10 % maka ponsel esia bisa dibawa pulang. Dengan syarat tiap bulan bayar 50 ribu buat pulsa dan dikontrak setahun.
Pada Jumat, 25 Juli 2008 saya pun membeli ponsel esia di Gedung Bank Mandiri. Sabtu, 26 Juli 2008 baru satu hari terjadi masalah pada ponselnya. Ketika nomor esia yang datang dengan ponselnya saya ganti dengan nomor esia lain. Di layar cuma tertulis "Periksa Kartu Ruim". Saya pun memasukkan kembali kartu esia pertama. Tetap aja tertulis "Periksa Kartu Ruim".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Waktu itu saya sangat terkejut sekali dan dengan sabar beliau menyarankan saya ke beberapa ruko di samping Gerai esia yang notabene adalah tempat servis resmi untuk ponsel esia (nama tokonya: Monoeric) dan meminjamkan kartu garansi mereka.
Jujur saja. Saya sangat senang sekali dengan pelayanan Customer Service Ibu Hilda. Tapi, kegembiraan itu hanya sesaat. Setelah saya sampai di tempat servis, kata pegawai "Monoeric", ponsel ini sudah pernah bekas dibongkar. "Tuh, lihat bautnya", kata pegawai tersebut dengan ketus. Saya pun makin terkejut. Apa pula ini. Ponsel baru yang baru dibeli sudah bekas dibongkar?
Saya jelaskan lagi sama mereka itu ponsel baru saya beli. Baru semalam di bank mandiri. Mereka tetap tidak peduli dan bilang dengan nada kurang bersahabat, "pokoknya ponsel ini tidak berlaku garansinya."
Beginikah pelayanan kepada konsumen. Alangkah tidak profesionalnya. Dengan menanggung sakit hati saya pun kembali ke Gerai esia dan diterima oleh Ibu
Hilda kembali. Beliau menawarkan jasa kalau dari esia yang membantu saja dibawa ke sana. Saya pun setuju dan diminta untuk membawa kotak ponsel jua sekalian.
Keesokan harinya, tanggal 27 Juli 2008, saya pun mengantar kotak ponsel ke Gerai esia dan di terima oleh Ibu Rini. Saya pun menanyakan beberapa masalah kepada ibu rini, seperti kenapa tidak bisa diganti dengan ponsel baru langsung?
Katanya kalau beli di Mandiri bukan tanggung jawab esia. Tidak berlaku penawaran tukar baru bila rusak dalam seminggu. Seperti yang dijual di Gerai esia.
Ada satu perkataan dari Ibu Rini yang tidak bisa saya maafkan, "ponsel sudah di tangan bapak satu hari, mana kita tahu ada dibongkar atau ga". Saya makin kecewa atas pernyataan Ibu Rini yang sangat tidak profesional sekali.
Saya pun menanyakan alternatif laen bagaimana? Dan dengan ketus, beliau menjawab, "case Bapak seperti ini adalah pertama kali terjadi di esia. Saya tidak berani kasi jawaban."
Pepatah memang bilang tidak ada gading yang tak retak. Kesannya seolah-olah esia tidak bertanggung jawab terhadap produk yang dijualnya. Sungguh Memalukan sekali. Sangat berbanding terbalik dengan nama besar esia.
Apalah arti sebuah harga? Tapi, esia seolah-olah telah menganggap harga itu masalah besar. Sebenarnya saya malas berdebat dan memperpanjang masalah cuma untuk ponsel 300 ribu di pasaran. Saya sangat berharap esia bertanggung jawab penuh terhadap produk yang dijualnya. Β
Semoga pengalaman pahit ini tidak terulang kembali buat temen-temen pembaca dan masyarakat luas.
Supardi
Jl Yos Sudarso Lk 5 No 1-H Medan
gb_0@yahoo.com
08196076912
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































