SPBU Coco Pramuka Bermasalah

Suara Pembaca

SPBU Coco Pramuka Bermasalah

- detikNews
Senin, 21 Jul 2008 10:47 WIB
SPBU Coco Pramuka Bermasalah
Keluhan
Pada hari Rabu, 2 Juli 2008 mobil saya Toyota Absolute (B 1967) akan mengisi BBM jenis Premium di SPBU Coco Pertamina di Jl Pramuka Jakarta, di seberang Hotel Sentral. Seperti sama halnya dengan mobil pribadi yang lain ada Operator yang mengisikan BBM tersebut ke mobil. Setelah selesai pengisian saya tidak meminta struk/ bon pengisian yang biasa diminta oleh mobil perusahaan sebagai bukti pembayaran.

Setelah selesai mengisi dan berjalan beberapa meter, tepatnya di bawah jembatan kereta api Pramuka, mobil saya tersendat-sendat, dan kemudian mengeluarkan asap yang banyak, sampai akhirnya mogok/ tidak bisa di-start/ dihidupkan di depan RSCM, Jakarta.

Saya kemudian menderek mobil saya ke Bengkel di daerah Kelapa Gading. Setelah dicek dan diteliti keesokan harinya (3/7), ternyata di dalam tangki mobil saya terdapat BBM jenis Solar. Alangkah terkejutnya saya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanggal 7 Juli 2008 (hari Senin), saya mendatangi SPBU Coco Pertamina, di Jalan Pramuka, Jakarta, dan bertemu dengan Bapak Arief (Manager SPBU) dan Bapak Andi Hardiansyah (Kepala Shift). Saya mencoba menjelaskan kejadian tersebut. Tetapi, tidak ada tanggapan dan tanggung jawab moral dari mereka. Dan, mereka berkata "memang banyak kejadian seperti ini di sini/ tempatnya." Tetapi, untuk masalah saya, tidak ada bukti untuk kejadian seperti ini.

Saya tidak punya struk/ bon pengisian. Memang saya tidak punya, karena saya memakai mobil secara pribadi, jadi tidak pernah saya meminta struk tersebut. Saya berkata "apakah tidak bisa dilihat dari kamera pengawas/ CCTV yang terpasang di canopy, di setiap pompanya?"

Bukankah sistem di SPBU Coco yang sudah canggih sedemikian rupa, dengan 'system control"-nya dari CCTV/ kamera pengawas yang terpasang di atas canopy akan bisa dilihat tanggal, jam, dan hari saya mengisi. Bapak Arif berkata, "memang ada CCTV/ kamera pengawas, tetapi setelah dua hari, file tersebut kita hapus".

Berarti percuma saja dengan adanya/ dipasangnya CCTV/ kamera pengawas di SPBU tersebut. Karena bila ada kejadian-kejadian yang bisa merusak keamanan dan keselamatan operasional di SPBU, tidak akan pernah terpantau atau terekam, untuk memulai mencari kronologis penyebabnya.

Apakah ini yang dinamakan bahwa "SPBU Pertamina sudah berubah" dengan logo "Pasti Pas". Saya kira mereka masih harus berpikir ulang untuk menyamakan prinsip tersebut dengan SPBU Asing (kompetitor) yang sudah ada di Indonesia. Terima kasih.

Achmad Dedy Sutedy
Jl Kayu Putih I/8 Jakarta Timur
achmadds@gmail.com
08161852286



Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads