Penjaga Pintu Busway Memalukan

Suara Pembaca

Penjaga Pintu Busway Memalukan

- detikNews
Senin, 14 Jul 2008 09:21 WIB
Penjaga Pintu Busway Memalukan
Keluhan
Jumat, 11 Juli 2008 pukul 17.45 saya naik Busway ke arah Halte Karet dari Museum Nasional. Busway mulai penuh dan saya berdiri di dekat pintu dengan jarak 5 orang. Posisi sudah terdesak oleh orang di belakang saya. Tapi, saya masih bersabar. Memasuki Halte Dukuh Atas petugas penjaga pintu Busway saya ketahui bernama Erlangga menyuruh masuk ke dalam. Tapi, dengan pandangan yang kurang simpatik.

Waktu dia menyuruh saya, saya menjawab, "Saya Karet", dengan maksud saya turun di Halte Karet dengan nada tegas dan idak ada nada emosi sama sekali. Akan tetapi petugas pintu itu lalu berkata, "tidak perlu emosi" dengan lumayan keras dan melihat saya dengan pandangan meremehkan.

Sewaktu saya perhatikan nama dia, dia menambahkan, "saya tahu anda orang berpendidikan, jadi tidak perlu emosi," lanjutnya. Padahal saya sudah diam dari tadi tapi petugas itu masih berusaha menyindir saya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saya bingung di mana salah saya. Apa karena saya berpendidikan. Jangan-jangan petugas pintu bernama Erlangga itu iri dan melampiaskan kekesalannya kepada penumpang? Beberapa orang mulai bisik-bisik dengan melihat saya. Lalu saya jawab ke dia dengan nada tenang sekali, "saya biasa aja." Tapi, petugas pintu itu masih melanjutkan umpatannya. Posisi saya sedang lelah saat itu. Jadi tidak saya ladeni.

Di sini saya mempertanyakan bagaimana pihak Manajemen Busway mengajarkan etika pada karyawannya. Apalagi yang berhubungan langsung dengan konsumen. Apa tidak ada tes sopan santun sewaktu merekrut petugas pintu tersebut. Lama-lama saya perhatikan banyak petugas penjaga pintu Busway yang berlaku seenaknya pada penumpang. Hal ini berulang terus menerus.

Niken Devi
Jl Karet Pasar Baru Barat I No 48 Jakarta Pusat
nicky_269@plasa.com
08998799804




Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait