Keluhan
Saya adalah "mantan" pemegang kartu kredit BNI dengan nomor kartu 5426 4000 0016 9760. Kartu tersebut telah saya tutup pada tahun 2005 lalu. Dan pada saat saya tutup posisi saldo tagihan sudah lunas penuh.Tiba-tiba sekitar bulan Mei 2008 (alias sekitar 2,5 tahun setelah kartu kredit BNI tersebut saya tutup), personil Card Centre BNI menelepon saya, dan mengatakan saya masih memiliki hutang kartu kredit BNI senilai Rp 2 juta lebih.
Saya jelaskan bahwa kartu tersebut sudah 2,5 tahun saya tutup dan tidak mungkin saya memiliki hutang karena posisi waktu kartu ditutup sudah clean.
Tapi, personil tersebut tidak mau memahami dan tetap memaksa agar tagihan harus dilunasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
sepeser pun kepada BNI).
Namun, sayangnya personil BNI itu juga tidak bisa memberi rincian transaksi apapun kepada saya. Personil itu malah mengatakan bila mau minta rincian, karena ada prosesnya, saya harus membayar sebesar Rp 30.000 per bulan, sejak saya membuka kartu kredit tersebut.
Dapat dibayangkan bukan? Berapa besar biaya yang harus saya bayar untuk rincian tagihan? Bukankah seharusnya pihak BNI itu yang harus memberikan data kepada nasabahnya dengan jelas sehingga kedua pihak bisa menyelesaikan masalah dengan baik? Ini malah memberatkan nasabah.
Sudah diharuskan membayar hutang misterius ditambah lagi dengan beban rincian tagihan. Sampai saat ini personil Debt Collector BNI masih sering telepon ke rumah saya, ke handphone saya, dan ke rumah saudara. Dengan terus menagih "Hutang Misterius" itu tanpa bisa memberi rincian apa pun (rinciannya cuma tertulis "Tagihan periode sebelumnya Rp xxx, denda Rp xxx, dan bunga Rp xxx, tanpa ada rincian transaksi apa pun).
Hal ini sangat merugikan saya, dan mencemarkan nama baik saya, karena saudara-saudara mengira saya punya hutang. Padahal seumur hidup saya memakai kartu kredit dari berbagai bank, saya selalu mencatat setiap transaksi saya. Saya tidak pernah terlambat membayar 1 hari sekali pun.
Saya mohon tanggapan Manajemen BNI atas beberapa kejanggalan sebagai berikut:
- Kartu BNI sudah saya tutup sejak 2005. Kalau "seandainya" memang masih ada saldo yang belum dilunasi, mengapa baru Mei 2008 menelepon ke saya? Ke manakah BNI selama tahun 2005, 2006, 2007 sampai dengan Mei 2008?
- Kalo memang BNI bersikukuh bahwa saya masih memiliki hutang kartu kredit, tolong berikan rincian transaksinya. Jangan hanya sekadar telepon minta dibayar. Apa yang mau saya bayar kalau saya tidak merasa berhutang dan yang menagih-pun tidak bisa memberi rincian transaksinya? Sehingga saya bukan merasa berhutang, tapi malah merasa diperas dan diancam oleh BNI.
- Kalau memang semua ini adalah salah pembukuan dan sebagainya, tolong Manajemen BNI mengklarifikasi hal ini ke saya secara tertulis. Sebagai bukti agar tidak terjadi kesalahan penagihan lagi kepada saya di kemudian hari. Siapa tahu setelah beres hari ini, di tahun 2011 atau 2013 nanti menagih lagi dan mengatakan lagi kalau saya punya hutang di tahun 2005.
Saya menunggu tanggapan pihak BNI agar masalah ini cepat selesai.
Hormat saya,
Irawaty
irawaty.salim@id.ey.com
defro@mkdgroup.com
Alamat lengkap dan nomor telepon di redaksi Β
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































