Perbaikan Sistem Pendaftaran SMK 10 Jakarta

Suara Pembaca

Perbaikan Sistem Pendaftaran SMK 10 Jakarta

- detikNews
Rabu, 09 Jul 2008 08:23 WIB
Perbaikan Sistem Pendaftaran SMK 10 Jakarta
Keluhan
Saya adalah calon siswi di SMK 10 (Jakarta Jl. Mayjen Sutoyo Cawang Cililitan, red.). Keberangkatan saya mendaftar di sana membawa 4 MAP berwarna merah, kuning, hijau, dan biru beserta syarat-syarat yang Harus dipenuhi jika ingin mendaftar. Saat baru saja sampai saya harus mengambil formulir. Saya pun mengantri untuk mengambil formulir karena terlalu banyak siswa yang ingin mendaftar.

Petugas yang bekerja kurang baik. Barisan pun menjadi berdesak-desakan dan tidak teratur. Bayangkan, di sana ada sekitar 300 murid dan orang tuanya. Jika dijumlah berarti ada 600 orang mengantri di sana untuk mengambil formulir yang hanya ada satu loket dengan besar sekitar satu ruang kelas.

Oleh karena terlalu padat ada yang pingsan dan lain-lain. Saat baru melayani dua orang saja petugas itu langsung menutup loketnya dengan alasan "saya bingung" (seharusnya dia membuka tiga loket seperti di SMA 51). Petugas itu dan para pendaftar pun lontang-lantung di sekolah. Seakan seorang pengemis yang memohon untuk diberi sumbangan (ighhhh) dan loket pun dibuka kembali dengan tiga loket karena orang tua murid yang tidak sabar.

Tiga loket itu pun kembali kisruh. Petuganya pun tidak ramah sama sekali. Para murid dimarahinya dengan nada dan suara yang tidak layak (mengingat dia guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa apakah ini sifat guru sebenarnya).

Saya yang masuk ruangan tersebut pun kena marah guru tersebut karena saya tidak mempunyai nomor urut mengambil formulir. Saya tidak mengambil nomor urut karena kertasnya penuh dengan nama-nama siswa. Di sana tidak ada tempat kosong lagi.

Sebenarnya saya cukup sakit hati saat dimarahi guru tersebut. Saya dimarahi karena kesalahan dia. Saya pun mengisi formulir dan memberikan ke ruang sidang. Ruang sidang dipenuhi oleh sekitar 600 jiwa. Saya ikut berdesakan bersama-mama. Saya (Ibu Bibit) berdiri sekitar tiga jam dan loket sidang pun ditutup kembali dengan alasan "makan siang". Β 

Sekitar jam satu siang loket dibuka kembali. 600 orang tadi mendesak di satu tempat. Sangat panas dan sulit untuk bernafas (ingat hanya ada 1 loket). Setiap 16 menit hanya bisa menampung tiga orang sampai lima orang. Bayangkan berapa waktu yang harus dihabiskan jika mengingat ada 300 calon siswa.

Sekitar jam tiga loket sidang ditutup dan SMK 10 baru melayani sekitar 40 siswa. Kami dipaksa pulang oleh mereka. Ahirnya kami pulang dengan perasaan kesal. Tidak mendapat apa pun dari pengorbanan kami.

Saya berharap SMK ini diperbaiki. Dengan sangat baik karena kasihan para pendaftar yang lain. Cukup kami saja yang diperlakukan seperti ini. Jangan generasi berikutnya. Terima kasih.

Sri Isbianti
Jl Cipinang Cempedak 4 No 2 RT 7 RW 6 Jakarta
cici_chubby@Yahoo.com
081316749065




Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait