Keluhan
Hari Selasa, tanggal 17/06/08 kira-kira jam 13:00 WIB saya menerima telepon dari nomor 25502800-900. Saya tidak tahu itu nomor telepon dari bank apa ke rumah saya dengan nomor 536XXXX yang mencari istri saya (Sally). Mungkin istri saya pernah memberi referensi untuk pembuatan kartu kredit kepada seseorang bernama Henry. Saya sendiri tidak tahu. Istri saya pun sudah tidak berhubungkan lagi (saat saya tanyakan kepadanya karena sudah sering sekali ada telepon untuk mencari nama tersebut).
Istri saya tidak berada di rumah dan saya yang menerima telepon. Sudah saya jelaskan bahwa istri saya sedang pergi dan tidak tahu kapan kembali dan tidak tahu menahu masalah tunggakan kartu kredit orang yang bersangkutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mohon untuk bank yang mengeluarkan kartu kredit dengan nomor telepon 25502800-900 untuk mendidik bagian collection-nya. Biar pun saya tahu itu bukan pegawai bank itu untuk lebih sopan dan berpikir secara logika.
Bagaimana seseorang yang memberikan referensi harus menanggung hutang yang di-referensi-kan dan dengan seenaknya meneror keluarga saya? Pemberi referensi bukan untuk menanggung hutang. Tetapi, bilamana ada hal-hal darurat dapat dihubungi.
Harusnya bank mensurvei lebih lengkap alamat orang yang akan diberikan kartu kredit dan konfirmasikan dahulu apakah benar telah memberikan referensi karena bisa saja orang itu memberikan nomor telepon orang lain tanpa diketahui. Mohon tanggapan bank tersebut di atas karena saya akan memprosesnya secara hukum karena telah menneror keluarga saya.
Surachman R
Taman Kedoya Permai Kebon Jeruk Jakarta Barat
Alamat dan nomor telepon diketahui redaksi
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































