Keluhan
Kami sekeluarga baru pindah ke hunian Semi Real Estate di Samarinda. Setelah beberapa lamanya menempati rumah kontrakan di pinggiran kota kami merasa bahagia karena akhirnya kami tinggal ditempat yang kami idam-idamkan selama ini. Tetapi, masalah baru muncul ketika mendapatkan tagihan listrik yang amat besar bagi ukuran kami. Pada bulan pertama kami hanya membayar sebesar Rp 55.000. Kami anggap wajar karena rumah kami tidak ditempati dan hanya membayar abudemen saja. Tetapi, ketika masuk bulan kedua kami agak terkejut karena tagihan listrik mencapai empat kali lipat dari yang kami bayar.
Saya menanyakan ke PLN ternyata perumahan kami termasuk kategori yang tidak disubsidi. Padahal di tempat tinggal yang dulu dengan daya yang sama kami hanya membayar 50% dari tagihan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kami memiliki anak kecil yang pada malam hari selalu rewel apabila listrik padam. Belum lagi disibukkan untuk membuat susu dan sebagainya sehingga sangat membutuhkan penerangan.
Saat ini sedang dipusingkan dengan kenaikan BBM yang menyebabkan harga barang melambung tinggi. Untuk keluarga seperti kami yang baru mulai menapaki kehidupan agaknya cukup sulit untuk bertahan apabila kondisi terus seperti ini.
Tetapi, kami tetap bersyukur karena kami yakin masih banyak orang di luar sana yang tidak seberuntung kami. Dan, kami hanya dapat berharap semoga pemerintah dapat menuntaskan permasalahan yang ada di negeri kita ini. Amien.
Kahananto
Jl P Antasari No 38 Samarinda
kaha_en@yahoo.co.id
08125826973
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































