Listrik Hampir Diputus Ketika Menggunakan Citibank One Bill

Suara Pembaca

Listrik Hampir Diputus Ketika Menggunakan Citibank One Bill

- detikNews
Senin, 02 Jun 2008 16:21 WIB
Listrik Hampir Diputus Ketika Menggunakan Citibank One Bill
Keluhan
Nama saya adalah Aulia. Pemegang kartu Citibank Visa Cash Back Card nomor 4541 7910 **** ****. Pada hari Senin, 26 Mei 2008 saya yang sedang berada di kantor dikejutkan dengan telepon dari orang tua saya yang memberitahu bahwa listrik PLN saya akan diputus saat itu juga oleh petugas PLN.

Saya amat sangat terkejut. Namun, ternyata tidak jadi karena pada saat itu juga Bapak saya, yang kebetulan tidak masuk kerja karena sakit, berhasil meyakinkan petugas PLN untuk menunggu sebentar sambil Bapak saya lari ke ATM Mandiri terdekat untuk membayar PLN melalui e-banking. Akhirnya masalah terselesaikan setelah Bapak saya menunjukkan struk ATM pembayaran PLN kepada petugasnya.

Saya sangat malu kepada Bapak saya yang sudah berumur dan sedang sakit saat itu, karena saya yang dipercaya untuk menangani semua tagihan rumah. Namun, bersamaan, cukup merasa mujur karena ada dia, kalau tidak, hanya ada pembantu yang tidak bisa berbuat apa-apa kepada pihak PLN, dan putuslah listrik rumah saya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saya konfirmasi kepada pihak Citibank kenapa PLN saya yang baru saya daftarkan ke Citibank One Bill tiba-tiba hampir diputus. Pihak Citiban (waktu itu dengan Haekal, pukul 13:00, di 6999) menjawab bahwa kartu saya overlimit.

Seingat saya, kalau kartu overlimit, pihak marketing yang dulu menawarkan ke saya (Nungki 021 52909797) mengatakan bahwa akan ada surat atau SMS untuk pemberitahuan overlimit sebelum deadline PLN, sehingga saya dapat melunasinya. Setelah saya cek orang rumah tidak ada satu pun surat dari Citibank.

Setelah panjang lebar tanpa hasil dengan CSO  (Customer Service
Officer) yang cuma banyak diam saja, saya coba melacak kembali Marketing yang menawarkan produk Citibank ini ke saya. Sejam kemudian saya berhasil berbicara dengannya. Dia menjawab bahwa sudah ada catatan bahwa surat telah terkirim pada 19 Mei 2008.

Sepanjang pembicaraan saya mendapat kesan yang sama dengan CSO sebelumnya. Bahwa dia, marketing, tidak punya otoritas apa pun untuk mengurusi hal itu, dan berkeras bahwa, kalau surat sudah terkirim, ya artinya sudah terkirim.

Rasa kecewa dan kesal saya makin meningkat. Namun, tanpa hasil. Setelah beberapa kali menghubungi CSO (252 9999) dengan Hans pada 26 Mei 2008 pukul 19:00 WIB, Riki (27 Mei 2008, 21:00 WIB), dan yang terakhir Hakim (30 Mei 2008, 21:30 WIB)) semua adalah tanpa hasil. Hanya janji-janji seperti akan mencatatkan komplain, akan memberitahukan manajemen, akan menghubungi per telepon, akan menanyakan ke pihak kurir.

Bahkan ketika saya cari kembali nama-nama itu, alasannya selalu, sedang di bagian itulah, sinilah. Padahal dia berjanji bisa dihubungkan ke dia.

Satu hal yang mencolok pada para CSO ini adalah, bahwa mereka saling mengklaim bukan masalah mereka. Bagian pemberitahuan One Bill-lah, CSO bag inilah, itulah, sehingga terkesan bahwa mereka ingin untuk mengulur-ulur waktu hingga pulsa saya bengkak tanpa memberi solusi.

Yang menarik adalah dari CSO terakhir (30 Mei 2008, 21:30 WIB), saya dapat informasi bahwa surat itu akan dikirim kembali (apa gunanya? urusan PLN pun sudah selesai, bahkan saya sudah membatalkan kembali Citibank One Bill saya untuk pembayaran PLN), dan di ujung percakapan, dia mengatakan akan meneruskan hal ini ke manajemen.

Saya berpikir apa gunanya saya telepon berkali-kali sebelumnya? Dia juga bingung, apa sebenarnya mau saya. Padahal saya cuma mau tahu ke mana surat itu. Beradakah atau mau surat itu dikirim kembali?

Sebagai nasabah, saya merasa aneh, sudah dikecewakan, namun tak ada sama sekali dari pihak CSO untuk memberitahu atau berinisiatif untuk menginvestigasi surat itu. Mereka 100% pasif.

Perlu diketahui saya yang merupakan nasabah dan tidak mengetahui prosedur kerja Citibank-lah yang melakukan request untuk investigasi bagaimana nasib surat atau SMS saya. Bukan tawaran atau inisiatif dari CSO yang seharusnya lebih tahu mengenai hal itu.

Akhir kata saya tambahkan, saya bukan pihak yang ingin menjelek-jelekkan Citibank. Namun, cuma nasabah biasa. Alasan saya menyebutkan nama CSO, nomor telpon, jam, dan tanggal, justru supaya pihak Citibank bisa mencek sendiri data-data di atas dengan server mereka. Berikut sekaligus cross check dengan nama, dan nomor telepon saya yang tercantum di Data Suara pembaca ini.

Saya harap pihak manajemen atau yang bertanggung jawab atas hal ini untuk mau meklarifikasikan masalah ini ke saya. Dan bagi para pembaca lainnya, harap berhati-hati menggunakan layanan Citibank ini. Saya heran, di saat ini, ketika persaingan untuk merebut nasabah kartu kredit semakin memanas oleh banyak bank, Citibank tidak mampu melayani nasabahnya dengan baik.

Aulia
Pondok Indah Jakarta
panzer089@yahoo.com


Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait