Keluhan
Keinginan menutup kartu kredit Standard Chartered Bank berawal dengan tidak inginnya saya untuk dihubungi terus menerus oleh pihak Standard Chartered Bank.Beberapa hari ini saya dihubungi Standard Chartered Bank dengan penawaran-penawaran seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA), Tranfer balance, dan lain-lain. Saya sudah meminta untuk tidak dihubungi (penwaran ini sudah berlangsung selama kurang lebih satu tahun).
Jika tidak ingin dihubungi mereka mengatakan saya harus menutup kartu kreditnya dahulu. Baru nanti tidak dihubungi kembali karena saran mereka seperti itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senin, 17 Mei 2008 saya telepon kembali pagi sekitar jam 9 dan mereka mengatakan pembayaran saya belum masuk. Jadi proses tidak bisa dilakukan. Sore harinya saya hubungi kembali.
Betapa kagetnya karena dikatakan oleh mereka bahwa saya ada transaksi Rp 250 pada tanggal 19 Mei 2008. Tapi, mereka juga tidak tahu dari mana asalnya dan harus tunggu dua hari baru ketahuan.
Tanggal 21 Mei 2008 saya hubungi pihak Standard Chartered Bank kembali. Mereka mengatakan kalau pembayaran saya harus dipecah antara Visa dan Master (ini sudah mulai mengada-ada karena selama ini saya melakukan pembayaran sekaligus tidak ada masalah). Saya menanyakan kembali dari mana asalnya transaksi yang Rp 250 itu? Mereka mengatakan lagi mereka tidak tahu.
Saya sudah mulai kesal dan saya titip pesan kalau sudah tahu tolong hubungi saya. Kemudian mereka menjawab kalau di tempat mereka tidak bisa telepon keluar. Saya rasa mulai berpikir kalau Standard Chartered Bank ini tidak benar (alias berbohong).
Hati-hati dengan kartu kredit Standard Chartered Bank. Bisa membuka tapi tidak bisa menutup. Jangan sampai seperti saya ini yang sudah terlanjur apply dari tahun 2002. Baru menyadari bahwa seperti ini layanan Standard Chartered Bank.
Saya juga tidak tahu sampai berapa lama lagi proses ini baru selesai. Terima kasih.
Budianto
Mangga besar IV H Jakarta
ahui_icha@yahoo.co.id
99147480
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































