Keluhan
Saya mantan pemilik kartu kredit ABN AMRO dengan nomor kartu 5256-4411-2201-XXXX, atas nama Fitria Setiawati. Pada akhir November 2007 saya menelepon Customer Service (CS) ABN AMRO untuk melakukan penutupan kartu kredit ABN AMRO yang diterima oleh Bp X (yang saya lupa catat namanya). Kata Bp X dia akan menghitung-hitung dulu seluruh biaya yang harus dibayarkan agar kartu ABN AMRO saya bisa ditutup. Bp X juga menjanjikan akan menghubungi saya kembali 3 hari. Pada hari ke-3, Bp X memang menghubungi saya dan memberitahu sejumlah nominal yang harus saya bayarkan ke ABN AMRO yang meliputi biaya keterlambatan, administrasi, materai, pinalti, dan lain-lain agar kartu ABN AMRO saya bisa langsung ditutup. Bp X Langsung mengkonfirmasi pada saya per telpon pada saat itu juga bahwa Kartu ABN AMRO saya langsung dia tutup.
Lama berselang tepatnya akhir April 2008 saya menerima tagihan sebesar Rp 411.193. Kemudian pada tanggal 14 Mei 2008 saya menelepon ke Phone Banking ABN AMRO dan diterima oleh Ibu Widi, dan diberitahukan ada biaya keterlambatan pada waktu penutupan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
sudah tidak ada lagi biaya-biaya yang harus saya bayarkan, karena pada saat penutupan kartu saya telah tegaskan ke Bp X bahwa sudah tidak ada lagi biaya-biaya yang harus saya bayarkan ke ABN AMRO dan Bp. X telah mengiyakan.
Setelah Ibu Widi menyerah dan tidak bisa memberikan solusi. Malah saya disuruh telepon ke bagian Collection dan diterima oleh Ibu Mona. Lucunya, Ibu Mona memberikan alasan berdasarkan Catatan di ABN AMRO (katanya) tagihan selalu dikirim dan diselipkan di pintu dengan alasan tidak ada orang di rumah.
Perlu diketahui bahwa rumah saya tidak pernah kosong dan bukan langsung pintu melainkan pagar (profesionalkah jawaban Ibu Mona ini). Kalau memang demikian bukankah pihak ABN AMRO dapat mengkonfirmasi melalui telepon? Karena setahu saya pihak ABN AMRO akan rajin menelepon apabila customer telat bayar.
Apakah pihak ABN AMRO tidak menginformasikan karena jumlah keterlambatan itu masih kecil? Dan menunggu sampai berbulan-bulan agar biaya administrasi, bunga, dan keterlambatan semakin membengkak? Apakah begitu cara ABN AMRO mengambil keuntungan? Saya tidak terima karena itu semua bukan kesalahan saya.
Kalaupun ada biaya yang harus saya bayar saya sudah sampaikan kepada Ibu Mona. Saya hanya akan membayar biaya keterlambatan pada bulan berikutnya setelah penutupan. Saya merasa tidak pernah ada Informasi keterlambatan lagi setelah penutupan kartu ABN AMRO saya sampai akhirnya muncul tagihan di bulan April 2008.
Setelah pembicaraan yang cukup panjang Ibu Mona menjanjikan akan menghubungi saya 3 hari setelah saya telepon. Akan tetapi, sampai sekarang tidak ada pihak ABN AMRO yang menghubungi saya untuk menyelesaikan masalah ini.
Saya mohon tanggapan dan penyelesaian dari ABN AMRO secepatnya karena saya tidak mau menghabiskan waktu saya untuk masalah seperti ini. Saya rela mengeluarkan uang dan usaha lebih banyak dari yang di tagihan. Asalkan pihak ABN AMRO mendapatkan masalah yang setimpal dari masalah yang telah ABN AMRO berikan kepada saya.
Fitria Setiawati
Ruko Bahan Bangunan Blok H1/10
Jakarta Pusat
rya_210782@yahoo.com
0216128123
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































