Fasilitas "Hide ID (Private Number)" Disalahgunakan untuk Meneror

Suara Pembaca

Fasilitas "Hide ID (Private Number)" Disalahgunakan untuk Meneror

- detikNews
Sabtu, 17 Mei 2008 12:07 WIB
Fasilitas Hide ID (Private Number) Disalahgunakan untuk Meneror
Keluhan
Beberapa provider telekomunikasi menyediakan fasilitas untuk menyembunyikan nomor telepon sehingga nomor yang muncul hanya Private Number.

Sebuah fasilitas yang sangat berguna bagi para pelaku teror.

Kejadiannya nomor telepon saya 0817281XXXX dalam satu minggu belakangan ini satu harinya bisa menerima 50 kali miss call dari Private Number yang sama sekali tidak memungkinkan kami untuk mengetahui siapa peneror yang tidak bertanggung jawab ini. Tiap kali diangkat langsung dimatikan. Akibatnya kami merasa sangat terganggu oleh perbuatan yang sangat tidak mengenakan ini. Bahkan kami tidak dapat mengetahui motif peneror ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memang tidak ada permintaan tebusan atau pun ancaman yang kami terima. Tapi, telepon berdering tiada henti dan sangat mengganggu aktivitas bisnis yang kami jalankan. Tidak jarang lewat tengah malam kami harus terbangun dan hanya mendapati missed call dari Private Number.

Kami mencoba menghubungi salah satu operator selular besar di Indonesia hasilnya 0 (nol besar). Menurut mereka, mereka tidak dapat mengetahui nomor telepon yang menguhubungi kami dengan Private Number. Bahkan, salah satu layanan yang bernama Notify Me yang berfungsi untuk memberitahukan telepon yang masuk pada saat handphone dimatikan pun tidak berdaya sama sekali.

Notify Me hanya memberikan keterangan "Nomor ini menghubungi Anda 3x. Silahkan hubungi kembali. FROM : PRIVATE NUMBER"

Mohon pencerahan dari teman-teman sekalian. Apa sih kegunaan Private Number yang menunjang komunikasi? Bagi kami sama sekali tidak ada. Private Number sama dengan fasilitas bagi teroris. Fasilitas bagi para pengecut. Kami berharap provider seluler membuang saja fasilitas ini jika tidak mau dicap sebagai provider yang mendukung tindak teroris.

Ironisnya fasilitas ini gratis bagi pengguna prabayar yang kepemilikannya tidak dapat dilacak dengan pasti. Untuk yang pascabayar malah harus bayar. Sungguh kebijaksanaan yang tidak jelas dan tidak bertanggung jawab.

Salam komunikasi,
William Cahyadi
Kebumen Jawa Tengah


Ilustrasi: detikinet.com

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait