Keluhan
Berawal dari iuran tahunan kartu kredit ABN Amro yang keluar pada bulan Oktober 2007. Karena tidak ingin memperpanjang keanggotaan saya menelepon Phone Banking ABN AMRO minta diselesaikan. Tapi, petugas kemudian memberikan penawaran iuran dihapuskan bila melakukan transaksi tiga kali dan tagihan iuran yang ada akan dihapuskan pada bulan berikut. Saya coba melakukan transaksi seperti yang disyaratkan supaya bisa mendapatkan gratis iuran tahunan lagi. Ternyata pada bulan berikutnya memang iuran sudah di-reverse. Namun, keluar biaya keterlambatan dan interest akibat tagihan iuran bulan lalu yang memang saya tidak bayar setelah konfirmasi dengan petugas Phone Banking (sayang namanya saya tidak catat).
Kembali saya menelepon Phone Banking untuk penghapusan biaya-biaya tersebut dan dijanjikan akan dihapus pada tagihan bulan berikut. Ternyata bulan berikutnya bukan saja tagihan bulan lalu yang masih muncul tapi ditambah lagi biaya terlambat dan interest.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demikian tiap bulan. Setelah menerima tagihan saya menghubungi petugas Phone Banking dan mendapat jawaban yang sama. Sampai akhirnya bulan Pebruari atau Maret lalu saya diminta menghubungi bagian collection saja karena account saya sudah dialihkan ke sana. Saya mencoba menghubungi berkali-kali karena nomor yang diberikan sangat susah dihubungi.
Setelah berhasil bicara dengan petugas collection yang bernama Sdr Ita pada 24 Maret dijanjikan akan diproses penghapusan dan tutup kartunya. Lega mendengar itu saya menutup telepon. Ternyata bulan April saya masih belum mendapatkan koreksi atas tagihan tersebut. Malah akumulasi seperti sebelumnya.
Kembali dengan susah payah saya hubungi bagian collection. Kali ini diterima oleh Sdr Widi pada tanggal 10 April. Lalu dengan Sdr Tatia, dan akhirnya dengan tanggal 25 April dengan supervisor mereka yakni Sdr Benny. Dari pembicaraan terakhir dengan pihak ABN AMRO itu yang diwakili oleh Sdr Benny, disepakati bahwa saya tidak perlu membayar semua biaya terlambat yang muncul tiap bulan mulai Desember 2007. Tapi, cukup membayar bunga saja yang muncul setiap bulan dan akan dihitung dulu oleh pihaknya dan saya dijanjikan akan dihubungi kembali.
Namun, hingga detik ini saya belum juga dihubungi mereka. Saya menyesalkan petugas ABN AMRO yang tidak responsif dan menjawab saya melalui telepon. Walaupun sudah saya tinggalkan nomor handphone yang bisa dihubungi.
Akibatnya saya sudah menghabiskan banyak waktu dan pulsa handphone yang tidak sedikit, ditambah lagi jawaban petugas yang tidak kooperatif dan memaksakan pelunasan tagihan walaupun proses masih berjalan.
Jadi, semenjak bulan Desember 2007 tagihan yang semula berjumlah 76 ribu sekian hingga kini bulan Mei 2008 sudah menjadi 6 kali lipat gara-gara akumulasi biaya terlambat dan bunga. Padahal bank sebesar ABN AMRO rasanya tidak perlu mencari keuntungan dari biaya telat dan bunga untuk membayar gaji karyawan-karyawannya. Apalagi biaya tersebut disebabkan iuran tahunan, bukan dari pembelanjaan nasabah.
Mudah-mudahan setelah ini ada respon dari pihak ABN AMRO untuk menghubungi saya dan menyelesaikan masalah ini dengan menghapuskan semua biaya tersebut dan meminta maaf.
Jony
5120-2122-5712-4391
Agung Permai 31/C9/16 Jakarta
jonylee16@yahoo.com.au
081808081608
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































