Keluhan
Saya adalah penggguna kartu kredit Visa HSBC dengan nomor kartu 4544 9311 0307 xxxx. Memang, beberapa bulan belakangan ini saya sedang mengalami kesulitan karena saya putus kerja. Sehubungan dengan hal itu maka saya tidak bisa lagi membayar tagihan setiap bulannya karena keadaan yang sedang sulit. Hingga saya hanya mampu membayar terakhir kali pada bulan Januari 2008. Itu pun tidak sesuai dengan jumlah tagihan. Pada waktu itu perusahaan tempat saya bekerja belum menggaji saya secara penuh. Perusahaan saat itu sedang dalam kondisi sulit dan pada akhirnya awal Februari 2008 saya putus kerja.
Pada awal Maret 2008 saya mendapatkan pekerjaan baru dengan gaji yang pas-pasan. Hanya cukup untuk transport dan makan siang serta biaya sekolah adik-adik saya. Meskipun gaji saya pas-pasan saya berusaha untuk membayar tagihan-tagihan kartu kredit saya. Walaupun tidak sesuai dengan jumlah tagihan yang seharusnya saya bayarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saya sudah menjelaskan bagaimana keadaan saya waktu itu sampai saya tidak bisa membayar. Tapi, collector tersebut tidak mau tahu pokoknya saya harus bayar. Malahan dia berkata seperti ini, "kalau gak sanggup bayar jangan sok-sok pakai di kartu kredit. Saya sudah berkali-kali bolak-balik datang ke rumah tapi kamu tidak ada emang saya kerja cuma kerja bakti doang gak dapat apa-apa. Kamu sengaja menghindar ya?"
Maksudnya apa dia bicara seperti itu? Saya tidak ada di rumah karena saya sedang mencari pekerjaan. Mendengar itu saya hanya bersabar saja karena memang ini kesalahan saya karena tidak membayar penuh tagihan kartu kredit. Tapi, saya berusaha untuk membayar maka saya berusaha mencari pekerjaan baru. Setelah bernegosiasi panjang lebar dengan collector tersebut akhirnya saya sepakat akan membayar 1 juta pada tangal 29 April 2008.
Itu pun karena dipaksa oleh collector tersebut membayar 1 juta karena kalau saya membayar kurang dari 1 juta maka dia hanya kerja bakti doang. Saya tidak mengerti dengan kata-katanya itu.
Pada tanggal 29 April 2008 collector itu datang untuk meminta pembayaran. Namun, saya tidak bisa membayar sejumlah yang telah saya janjikan karena uang tersebut dan pada waktu itu bertemu dengan orang tua saya karena waktu itu pagi hari sekitar jam 09.00 saya sedang berada di kantor.
Sebenarnya saya sudah ada uang. Namun, pada tanggal 20 April 2008 adik saya butuh uang buat bayar ujian dan uang SPP sebesar 500 ribu. Ya sudah. Saya bayarkan buat ujian sekolah adik saya dulu karena itu lebih penting.
Pada tanggal 26 April 2008 ayah saya sakit dan membutuhan biaya untuk berobat. Maka saya kembali memakai uang yang seharusnya untuk membayar kartu HSBC sebesar 250 ribu. Sisanya baru saya bayarkan ke HSBC via ATM BCA.
Namun, collector tersebut tidak mau mengerti dan tetap meminta saya untuk membayar 1 juta dengan sikap yang kurang sopan dan memaki-maki orang tua dan adik saya yang waktu itu berada di rumah. Ayah saya waktu itu masih dalam kondisi sakit. Mendengar perkataan kolektor yang memak-maki ayah saya sampai marah. Penyakitnya makin parah.
Melihat kondisi ayah, ibu saya tidak tega. Akhirnya memberikan uang 250 ribu karena memang ibu saya hanya punya uang segitu. Itu pun sebenarnya untuk biaya berobat ayah saya. Awalnya collector itu menolak dengan nada tinggi namun akhirnya menerima uang itu.
Sebenarnya ini semua memang salah saya. Namun jangan orang lain yang kena imbasnya. Pihak HSBC boleh memaki-maki saya. Namun, saya memohon jangan melibatkan orang-orang di sekitar saya khususnya keluarga saya.
Saya berniat membayar hutang saya pada HSBC. Namun, saya hanya sanggup membayar sesuai dengan kemampuan saya. Saya mohon pengertian pihak HSBC. Saya berniat membayar dan tidak berniat untuk kabur. Namun, saya tidak sanggup lagi membayar minimum payment maupun seluruh tagihan. Saya mohon diberikan keringanan pembayaran dari HSBC. Terima kasih.
Yuni Pusnandari
Jl Gotong Royong RT 001/001
Larangan Indah Tangerang
pusbandari@yahoo.com
081380127996
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































