Keluhan
Saya mengajukan KTA (Kredit Tanpa Agunan) di Standard Chartered Bank melalui telepon. Beberapa hari kemudian petugas marketing datang ke saya agar saya mengisi aplikasi (bernama Sofyan).Pada 28 Maret 2008 KTA yang diajukan disetujui. Pemberitahuan melalui SMS. Saya konfirmasi ke Call Center. Petugas Call Center memang benar dan dana akan ditransfer tiga hari kerja.
Karena hingga pertengahan bulan April saya tidak menerima surat pemberitahuan due date pembayaran cicilan yang harus saya lakukan, saya menghubungi Sdr Sofyan. Beliau menjawab agar saya tanya ke Call Center saja.
Dari Call Center Officer saya diinformasikan
- Due date,
- Jumlah cicilan,
- Rekening Standard Chartered di BCA (karena saya membayar melalui BCA).
Due date tanggal 28 setiap bulannya. Saya gajian setiap tanggal 27. Karena sudah mendesak pada 28 April saya bayar langsung ke Standard Chartered untuk membayar cicilan. Ternyata ada biaya Rp 50,000. Sedangkan kalau saya melalui ATM BCA hanya Rp7,500.
Saya harus membayar sebab bila saya bayar dari bank lain akan kena biaya keterlambatan plus bunga.
Pada tanggal 28 April 2008 saya menghubungi Call Center menanyakan mengenai Welcome Letter. Officer (Anita) menjawab dia hanya bisa mengajukan ke bagian KTA agar dikirimkan dan faksimili Welcome Letter tersebut terlebih dahulu agar saya bisa lihat. Tapi faks harus menunggu setelah 3 hari kerja.
Masih di tanggal 28 April 2008 saya menghubungi Sofyan yang membantu saya proses KTA agar bisa bantu untuk mencari tahu penyebab tidak datangnya surat pemberitahuan. Tetapi, jawabnya, "tidak bisa karena sudah beda divisi". Malah saya ditelepon oleh atasan Sdr Sofyan dengan mengkonfirmasikan hal yang sama.
Pada 7 Mei 2008 si Welcome Letter belum saya terima. Faks juga tidak kunjung datang. Saya telepon lagi ke Call Center. Ternyata petugas saat itu (Alan) tidak bisa membantu, karena beda divisi dan hanya membantu mengajukan pengiriman.
Alan tidak bisa mencari tahu penyebab tidak diterimanya si Welcome Letter.
Lalu kesimpulannya adalah:
1. Besar kemungkinan sebenarnya tidak ada Welcome Letter,
2. Call Center Officer tidak ada gunanya. Hanya sebagai penyambung lidah,
3. Tidak ada bagian khusus yang mengurus request/complain customer. Menurut Sdr Alan, masalah saya complain tapi request.
4. Saya tidak bisa mengetahui penyebab tidak kunjung datangnya si Welcome Letter, dan
5. Bila saya tidak bayar tetap saja saya yang harus menanggung beban bunga.
Padahal surat resmi tidak diterima.
Kemudian pertanyaannya adalah:
1. Kapan saya bisa terima si Welcome Letter?
2. Apakah bank internasional pelayanan Call Center-nya hanya melemparkan tanggung jawab saja?
3. Mengapa membayar langsung ke bank biayanya lebih mahal?
Fransiska Febriana
Kp Gedong No 5 Ciampea Bogor
fransiska.febriana@live.com
081311472434
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































