Keluhan
Kekecewaan yang teramat sangat terjadi pada Minggu, 4 Mei 2008 ketika saya dan suami serta relasi bisnis hendak kembali ke Jakarta sepulang dari Bali. Kronologisnya sebagai berikut:Hari Jumat, 4 April 2008 kami sudah book sekaligus membayar tiket pesawat Mandala Airlines untuk penerbangan Denpasar-Jakarta Minggu, 4 Mei 2008 pukul 23.00 untuk 4 orang melalui ATM Bank Mandiri di Kemanggisan Jakarta Barat. Setelah melakukan pembayaran via ATM kami melakukan konfirmasi via telepon ke Call Centre 24 jam Mandala Airlines.
Saat kami melakukan konfirmasi tersebut pihak Call Center pun sudah memberikan informasi bahwa sebenarnya tidak perlu lagi dilakukan konfirmasi.
Dengan bukti pembayaran (struk) via ATM Bank Mandiri hanya tinggal meng-issued tiket di Bandara Ngurah Rai Denpasar ketika hendak pulang ke Jakarta nantinya.
Kemudian Senin, 7 April 2008 seorang teman saya menyusul membeli 1 tiket pulang Denpasar-Jakarta dengan tanggal dan jam penerbangan sama dengan kami dan lagi-lagi juga melakukan konfirmasi ke Call Center Mandala Airlines dan memperoleh jawaban yang sama. Sehingga total tiket yang kami beli ada 5 (lima) dengan nama-nama sebagai berikut:
1. Hafifah
2. Maria Hasanah
3. Cut Leddy Arinda
4. Suwagenda
5. Melia Desiana
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat Counter Check in sudah memasang close sign. Padahal jelas-jelas di papan yang menggantung di atas Counter Check-in tertulis bahwa batas maksimal waktu check-in adalah 30 menit sebelum waktu penerbangan dan jam bandara saat itu menunjukkan masih pukul22.10. Mengapa Counter Check-in sudah memasang close sign?
Kami tetap coba untuk check-in. Namun, informasi yang kami dapat dari counter adalah "seat yang tersisa hanya tinggal 3 (tiga)". Bagaimana ini bisa terjadi.
Kami sudah beli tiket ini sejak jauh-jauh hari dan yang kami beli ini tiket pesawat bukan tiket transportasi sekelas angkutan kota (angkot). Yang pastinya kejadian ini didalangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab di Mandala Airlines. Sebenarnya kalau boleh bertanya sedikit Mandala Airlines. Ini Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Layanan bus antarkota?
Akhirnya bagian counter meminta kita untuk menanyakan ke bagian ticketing Mandala Airlines yang office-nya ada di Bandara Ngurah Rai. Ketika kami mendatangi office Mandala Airlines hanya ada 2 (dua) orang yang in charge di office tersebut, yaitu pria bernama :
1. Nandang Prianto (NP) Supervisi NIP 00030026
2. Vikramak K Made (VKM) Bagian Tiketing
Saat kami menyampaikan kondisi yang terjadi kepada kedua orang itu, berikut list sikap dan perilaku dari NP dan VKM:
1. Sama sekali tidak ada penjelasan mengapa hal seperti ini bisa terjadi malah cenderung menuding / menyalahkan bagian lain (info yang kami dapat dari NP dan VKM adalah 2 tiket kami telah dijual oleh Call Center kantor pusat di Jakarta).
2. Sama sekali tidak ada bantuan yang professional, tidak kooperatif malah cenderung tak acuh.
3. Attitude service yang jauh sama sekali dari baik malah menantang, dari awal masalah ini mulai hingga kami pulang ke Jakarta "tidak satu pun" keluar kata "permohonan maaf" atas ketidaknyamanan dan kerugian yang menimpa kami oleh Mandala Airlines.
4. Tidak memberikan solusi / alternatif yang masuk akal. Malah kami yang coba
memberikan alternatif-alternatif solusi, dan yang terparah adalah mereka hanya bisa menambah 1 (satu) seat lagi dengan kondisi ada seorang penumpang yang merelakan 1 (seat) milik anaknya, sehingga penumpang tersebut harus "memangku anaknya". Selama perjalanan pulang di pesawat menuju Jakarta, for your info anak kecil tersebut tingginya kurang lebih 127 cm. Di manakah letak keselamatan yang diberikan Mandala Airlines kalau seperti ini? Tidak masuk akal.
5. "Kami sama sekali tidak diinfokan pesawat sudah berangkat ke Jakarta". Sementara kami masih luntang-lantung di Office Mandala Airlines, dan NP dengan lantangnya untuk menantang melakukan pengaduan kejadian ini ke Media Massa dan Para Relasi Bisnis kami.
6. NP sengaja menghilang pergi entah kemana dan VKM sama sekali tidak bisa membantu.
Pada akhirnya, "mau tidak mau" terpaksa kami harus mengambil solusi yang ada. Yaitu kami berangkat dengan pesawat Mandala keesokan harinya, Senin tanggal 5 Mei 2008 pukul 08.00 WITA. Malam itu kami diinapkan di Hotel Aston Bandara.
Cukup sudah kekecewaan kami terhadap Mandala Airlines. Baik dari mekanisme kerjanya dan stafnya yang sangat tidak profesional. Kami juga bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Bahkan ada yang kerja di bagian Call Center dan pernah bekerja sebagai pramugari di salah satu airline untuk penerbangan international. Jadi kami juga cukup tahu banyaklah mengenai "apa yang tidak boleh dan seharusnya dilakukan" oleh penyedia jasa.
Kerugian dalam kejadian ini tidak hanya menghitung secara materi melainkan
keamanan, kenyamanan, dan keselamatan dari Mandala Airlines sangat minus. Sudah sepantasnya dari pihak KNKT, Departemen Perhubungan RI, dan pihak-pihak lainnya agar memperhatikan kejadian di atas tersebut dan sekaligus pihak Mandala Airlines terus terang budaya dari Mandala Airlines sudah tidak etis digunakan secara corporate.
Dan, Seninnya kami bersama relasi bisnis akan melakukan rapat di Jakarta terpaksa tertunda waktunya akibat Mandala Airlines dan menjadi merugikan waktu kami semua. Tidak tanggung-tanggung 5 orang sekaligus menjadi terganggu.
Kami rasa pengalaman kami ini sudah cukup membuat kami kapok untuk menggunakan jasa penerbangan Mandala Airlines lagi. Mungkin saja korbannya pun bukan hanya kami. Atau bahkan ke depannya bisa terjadi juga kepada siapa pun dan mendapatkan perlakuan yang sedemikian buruknya dari Mandala Airlines. Hilang sudah kepercayaan kami terhadap airline ini. Terima kasih.
Cut Leddy
Jl Kapten Tendean Kav 12-14A
Jakarta Selatan 12970
cutleddy@yahoo.com.sg
08385937145
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.










































