Keluhan
Minggu, 27 April 2008 Saya dan keluarga berkunjung (tujuannya tamasya spiritual) ke Mesjid Kubah Emas Sawangan Depok. Jam 14.00 kami sampai di Mesjid. Saya dan anak-anak langsung ke tempat ambil air wudhuk laki-laki, menitipkan sendal/sepatu di penitipan sebelum berwudhuk. Saya dan anak-anak sholat Zuhur dan tetap di dalam mesjid sampai sholat Ashar berjamaah. Pada saat sholat Ashar, HP/Communicator saya posisikan silent. Selesai sholat, saya dan anak-anak bergegas mengambil sendal/sepatu di penitipan yang terletak di bagian bawah tangga mesjid dekat tempat berwudhuk.
Saat itu jalan penuh orang-orang berdesakan. Sebenarnya saya sudah berfirasat dan berjaga-jaga terhadap dompet. Akan tetapi terlalai menjaga Communicator yang tergantung di pinggang bagian depan. Saya sadar seketika waktu meraba pinggang, yang tinggal hanya sarungnya saja.
Segera saya gunakan HP Saya yang lain untuk menelepon ke Communicator tersebut dengan harapan akan berdering dan mengetahui siapa yang mencopetnya. Berkali-kali saya coba dan belakangan baru teringat bahwa Communicator tersebut silent mode.
Saya katakan pada penjaga penitipan bahwa saya kecopetan dan mereka bilang sudah sering kejadian kecopetan dan kehilangan sepatu/sendal di tempat tersebut. Sebelum meninggalkan tempat tersebut, saya teriakkan pada orang-orang bahwa saya kecopetan. Di tempat tersebut banyak copetnya, dengan harapan orang lain tidak mengalami nasib yang sama dengan saya.
Saya juga melaporkan kejadian yang menimpa saya pada pengurus mesjid dan satpam. Mereka juga mengatakan sudah banyak/sering terjadi kejahatan seperti itu dan sudah ada yang tertangkap/ditindak.
Saya sangat kesal dan menyesali. Sampai saat ini belum bisa melupakan kejadian tersebut, yang menurut saya seharusnya tidak boleh terjadi di tempat-tempat ibadah seperti Mesjid itu. Secara material saya sangat dirugikan, karena di samping harga Communicator tersebut relatif mahal, saya menyimpan data-data dan nomor-nomor teman dan relasi penting yang cukup banyak di situ.
Istri saya mencoba menyabarkan saya dan mengingatkan bahwa kejadian tersebut sudah takdir Allah SWT, meminta saya merelakan, dan tawakkal saja, dan mendoakan semoga si pencopet dan penjahat-penjahat lainnya mendapat hidayah dari Allah untuk segera bertaubat.
Seorang teman yang saya ceritakan kejadian menyatakan ikut duka dan semoga tabah dan berkomentar, "wow, setan nyamar di surga".
Saya sengaja menulis surat ini dengan harapan kecopetan/kejahatan yang menimpa saya tidak akan terjadi lagi dan menimpa orang lain. Mudah-mudahan ini menjadi perhatian bagi pemilik atau pengelola mesjid dan lingkungan tersebut sehingga lebih bertanggungjawab dengan meningkatkan pengamanan bagi pengunjung.
Wassalam,
Asrul Masir Harahap
Kota Wisata
Pesona Orlando RB4/55
Ciangsana-Bogor
02184935914, 08111838762
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































