Sulitnya Menutup Kartu Kredit Standard Chartered

Suara Pembaca

Sulitnya Menutup Kartu Kredit Standard Chartered

- detikNews
Senin, 21 Apr 2008 11:36 WIB
Sulitnya Menutup Kartu Kredit Standard Chartered
Keluhan
Saya adalah bekas pemegang kartu kredit Standard Chartered Bank No. 5443-0400-xxxx-xxxx. Masalah saya dengan kartu kredit Standard Chartered Bank bermula dari bulan Juli 2007.

Tagihan bulan Juli 2007 Rp 1.721.551 (di dalamnya termasuk biaya annual fee Rp 300.000). Kemudian saya konfirmasikan ke Contact Center untuk menanyakan tentang annual fee tersebut. Oleh Customer Service (CS), saya disuruh membayar tagihan sebesar Rp 1.421.551 (tagihan setelah dipotong annual fee) dan sisanya Rp 300.000 akan dikreditkan di bulan depan.

Ternyata apa yang disampaikan CS, untuk mengkreditkan biaya annual fee di bulan depan, tidak dilakukan oleh Standard Chartered. Pada tagihan bulan Agustus 2007 tidak ada pengkreditan biaya annual fee. Malahan saya dikenakan bunga sebesar Rp 64.035. Karena masalah ini saya memutuskan penutup kartu kredit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari CS Standard Chartered mengatakan akan memproses penutupan kartu kredit saya. Tapi, tidak mereka lakukan. Tagihan bulan September 2007 datang lagi. Di tagihan tersebut Standard Chartered mengkreditkan biaya annual fee Rp 300.000 dan biaya bunga Rp 64.035. Tapi, di tagihan September 2007 tersebut muncul biaya bunga baru sebesar Rp 79.890.

Saya kaget, bank apa ini? Mengkreditkan bunga lama, tapi menimbulkan bunga baru. Kemudian saya menelepon lagi ke Contact Center untuk menutup kartu kredit, dan minta mereka jangan mendebet tagihan Telkomsel saya lagi. Karena saya tidak mau berurusan lagi dengan bank yang bermasalah. Tapi, saya tidak mengerti mengapa mereka masih mendebet tagihan Telkomsel saya setiap bulan, ditambah dengan bunga yang makin lama makin banyak.

Apakah Standard Chartered tidak ada penghasilan dari nasabah lain? Maka begitu sulitkah menutup kartu kredit saya? Pada bulan Januari 2008, dengan kesal saya telepon lagi ke Contact Center. Sudah berapa kali dikonfirmasikan untuk menutup kartu kredit saya api masih saja diaktifkan.

Di luar dugaan, CS itu menjawab, "kalau anda mengerti prosedur penutupan kartu kredit, anda harus mengembalikan kartu kredit." Sungguh jawaban yang sangat aneh. Karena dulu adik saya menutup kartu kredit Standard Chartered tidak perlu mengembalikan kartu kredit tersebut. Tapi, cukup via telepon. Dengan saya, mereka mempersulit penutupan kartu kredit.

Akhirnya pada tanggal 10 Maret 2008, saya kembalikan semua kartu kredit Standard Chartered. Empat hari kemudian, saya konfirmasi ke Contact Center, bahwa saya sudah mengembalikan semua kartu kredit. Oleh CS dijawab, "sudah diterima. Tunggu telepon dari kami."

Dua minggu kemudian, CS Standard Chartered menelepon. "sudah diproses penutupan kartu kredit." Tapi, bulan April 2008 saya menerimaΒ  tagihan lagi Rp 590.727 (nilai ini adalah bunga dari bulan-bulan sebelumnya). Dan pada tanggal 9 April 2008 saya mendapatkan SMS dari Telkomsel bahwa tagihan Telkomsel bulan April 2008 sudah didebit oleh Standard Chartered.

Benar-benar bank yang paling tidak profesional, mengatakan sudah menutup kartu kredit, tapi tetap mendebit tagihan nasabah. Saya tidak tahu mesti dengan bahasa apalagi untuk berbicara dengan Standard Chartered. Melalui surat pembaca ini, saya harap Standard Chartered menutup kartu kredit saya.

Komaris
Pekanbaru


Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads