Keluhan
Orang tua saya (dengan nomor kartu 4511970003594122) mendapat pinjaman KTA (Kredit Tanpa Agunan) di Standard Chartered Bank untuk modal berusaha beberapa tahun yang lalu. Ternyata usahanya tidak dapat bertahan lama dan akhirnya bangkrut. Dalam kesepakatan bersama dengan pihak Standard Chartered Bank (SCB), orang tua saya telah memiliki itikad baik dengan membayar setiap bulan.
Dan untuk pelunasan telah disetujui SCB memberikan keringanan 50% dari sisa pinjaman.
Namun, pihak SCB melakukan cara yang sangat tidak menyenangkan untuk menagih hutang. Sdr Ine, selama beberapa hari meneror keluarga saya dan puncaknya pada hari Minggu tanggal 30 Maret 2008 menelepon dengan nada tinggi dan ucapan yang kasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sdr Ine bilang bahwa dia disuruh menagih hutang Ibu saya ke mereka. Tidak hanya itu. Sdr Ine juga mengancam akan mendatangi dan mempermalukan saya di kampus, mengancam akan membaret mobil saya, dan menyumpah-nyumpahi Ibu saya.
Saya sebagai anak dari nasabah SCB sangat menyesalkan tindakan Sdr Ine yang sangat tidak menyenangkan. Apakah seperti itu kegiatan perbankan di negara kita? Pertamanya bermulut manis mengajak kita untuk bergabung di bank mereka. Setelahnya malah diteror dan dipermalukan.
Atau apakah SCB mengizinkan segala cara kepada para karyawannya untuk menagih hutang dengan cara meneror dan tidak beretika? Untuk masyarakat saya mengharapkan agar berhati-hati sebelum menerima tawaran KTA dari
SCB.
Nandhika Putri
Tmn. Bougenville A3/18. Jatibening Bekasi
nandhikaputri@yahoo.com
08568024424
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































