Keluhan
Melalui surat ini saya ingin memberikan masukan kepada aparat yang terkait dengan masalah telekomunikasi. Saya sebagai pelanggan esia sejak 2005 merasa dirugikan dengan adanya ring back tone (RBT) yang langsung diberikan secara "cuma-cuma" selama beberapa hari oleh esia. Bukan cuma saya yang mengalaminya. Tetapi, hampir seluruh pelanggan esia mengalami hal seperti itu.Masalahnya RBT yang diberikan secara "cuma-cuma" itu jika kita biarkan saja maka kita diharuskan untuk membayar Rp 9.000 per bulan. Bayangkan saja untuk sesuatu yang tidak kita pesan tapi kita harus membayar benda tersebut. Untuk tidak memakainya saja kita harus mengetikkan unsub dan dikirim ke 888, dan katanya kita harus membayar Rp 750 untuk mengirim SMS tersebut.
Coba bayangkan berapa banyak pelanggan esia, dikalikan dengan pulsa sejumlah itu? Misalnya saja jumlah pelanggan esia hanya 1 juta orang di Indonesia, dan semuanya mengirimkan SMS untuk unreg tersebut. Maka operator sudah mendapatkan 750 juta (sedangkan pelanggan esia di Indonesia pastilah jauh lebih banyak dari 1 juta orang).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
So, apakah pemerintah akan berdiam diri saja? Ataukah berani menindak provider yang "nakal" seperti ini? Yang pasti saya akan menuntut secara hukum, bila pulsa saya sampai terpotong karena adanya RBT tersebut.
Saya juga pernah komplain juga kepada esia perihal telepon ke sesama esia yang dibebankan biaya SLJJ (dengan penjelasan yang tidak masuk akal, bahwa kita harus menulis 01010+nomor yang dituju secara manual, tidak bisa melalui phone book) tanpa adanya penggantian maupun informasi sebelumnya.
Teguh
Benhil Jakarta
t_x_13@yahoo.com
02193010603
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































