Keluhan
Pencabutan izin terbang (operation specification/ospec) maskapai penerbangan Adam Air dan juga mundurnya dua perusahaan investor yang memegang 50 persen dari saham maskapai ini ternyata membawa dampak sosial dari berbagai kalangan. Mulai dari pekerja atau karyawan hingga masyarakat yang menggunakan jasa air transport di indonesia.Umumnya mereka menyesalkan hal yang menimpa maskapai nasional terbesar ke-3 itu. "Rasanya masih tidak percaya saja, tidak pernah terpikir akan terjadi seperti ini. Tetapi mau bagaimana lagi, kami kan tidak bisa berbuat apa-apa," ungkap Abdul Rahman (28) salah seorang karyawan yang bergabung dengan maskapai ini 3 tahun silam.
Kepasrahan seperti ini seharusnya juga dirasakan oleh 3.000 karyawan lain yang menganggap bahwa perusahaan sebesar AdamAir dapat jatuh seperti ini. Sebagian besar dari mereka berharap-harap cemas akan keputusan para pemegang saham akan nasib status ke pekerjaan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjadi sesuatu yang sangat disayangkan kembali jika indonesia harus menutup lagi ribuan lapangan pekerjaan yang ke depannya akan membawa dampak yang lebih jauh. Selain itu, pemberhentian penerbangan bagi 22 pesawat Adam Air ini juga mengakibatkan berkurangnya debit penumpang yang tersedia pada jalur-jalur transportasi di Indonesia.
Hal ini disayangkan karena terdapat 21 kota tujuan yang merupakan jalur penerbangan AdamAir terputus. Lebih dari 2,9 juta orang per tahun pengguna jasa AdamAir kehilangan penerbangan yang telah melayani mereka selama hampir lima tahun.
Dampak yang signifikan juga dirasakan pada harga tiket Jakarta-Surabaya yang naik hampir 10 persen dan juga bukannya tidak mungkin, harga tiket pada jalur lainnya juga naik akibat keadaan ini. Corporate Communication Merpati Nusantara Airlines Syamsurizal mengatakan, kenaikan harga itu tidak lepas dari hukum pasar. Kondisi yang seperti ini diperparah dengan musim libur atau peak season pada akhir minggu penerbangan maskapai ini ditutup.
Menurut Adam Suherman selaku Presiden Direktur PT Adam Sky Connection Airlines, kembalinya izin penerbangan dan batalnya pencabutan AOC (air operator certificate) dalam tiga bulan ke depan tekait dengan komitmen dari pemegang saham lainnya. Kejadian ini merupakan pelajaran yang berharga kepada para maskapai penerbangan agar benar-benar meneliti calon investor yang akan menaruh dana pada mereka.
"Investor baru juga harus punya dukungan finansial kuat dan bersifat langgeng agar tidak terjadi yang disebut 'perkawinan' sementara antardua investor," ujar Jusman Safei Djamal, Menteri Perhubungan Republik Indonesia.
Pernyataan Menhub sangat tepat karena dalam kasus AdamAir tampaknya investor yang kemudian masuk hanya berorientasi kepada kepentingan ekonomi jangka pendek. Mereka sekadar mencari motif keuntungan tanpa mau memikirkan kepentingan jangka panjang. Termasuk kepentingan nasional yang lebih besar.
Dua bahaya yang muncul kemudian adalah 3.000 lapangan kerja dan 2,9 penumpang per tahunya yang terlantarkan. Hal ini bukan saja merugikan pihak AdamAir tetapi juga masyarakat pada umumnya yang mencakup aspek keseharian mereka. Kondisi ini sedikit banyak mempengaruhi perekonomian nasional yang disebabkan terputus atau berkurangnya hubungan antarkota di Indonesia.
Anggraito
Bintaro Tangerang
anggraito@hotmail.com
081389108909
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































