Keluhan
Jumat, tanggal 14/3 lalu saya mendapat telepon dari Erna dan Bimo mengaku dari bank penerbit kartu kredit Visa (Bank Mega) yang mengaku bekerja sama dengan Paradise Club International Tours & Travel. Dia menanyakan nomor kartu kredit saya (4201 9102 4759 8971). Sebelumnya dia mengetahui data-data saya semua sesuai KTP dan 8 digit pertama nomer kartu kredit saya. Kemudian mengiming-imingi voucher menginap gratis plus tiket pesawat dari Paradise Club International Tours & Travel dengan keanggotaan seumur hidup hanya dengan membayar iuran keanggotaan sebesar Rp 2,99 juta.
Saya belum memutuskan untuk ikut. Namun, karena saya tadinya percaya mereka dari bank penerbit kartu. Saya terlanjur memberikan nomor kartu kredit saya. Walhasil kartu saya didebit tanpa seizin dan sepengetahuan saya.
Saya lalu menelepon ke Call Center Mega. Namun, respon yang saya dapat hanya "Mega tidak bisa membatalkan transaksi tersebut kecuali ada surat pembatalan dari pihak travel tersebut" (pihak Paradise sama sekali tidak mau membatalkan transaksi tersebut bahkan meledek saya bahwa saya dan pihak bank tidak akan bisa membatalkan transaksi tersebut).
Saya menghububungi Contact Person dari travel yang menghubungi saya, dan mereka sama sekali tidak menghiraukan (ya, jelas saja, wong sudah niat menipu dari pertama) begitu pula travelnya. Besar keyakinan saya bahwa ini travel fiktif belaka.
Adapun data yang diberikan saya dari pihak travel tersebut, sebagai berikut: Paradise Club International Tours & Travel, Jl Plaju 18 Menteng Jakarta Pusat.
Saya mencari-cari informasi lagi lewat internet. Ternyata saya bukan satu-satunya korban dari travel seperti ini. Di situs-situs yang saya temukan juga ada korban lain yang ditipu oleh travel dengan bermodus sama.
Travel fiktif dan kejadian itu sudah ada sekitar 4 tahun yang lalu karena beralamat sama hanya namanya saja yang selalu berubah-ubah. Bayangkan sudah berapa ratus korban yang menderita kerugian akibat ulah Travel fiktif itu.
Jujur saja, bagi saya uang Rp 2,99 juta itu bukan jumlah yang sedikit. Saya tidak puas dengan jawaban dari Bank Mega. Bagaimana data saya bisa jatuh ke pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut. Sedangkan saya tidak pernah memberikan data apa pun ke pihak lain. Apalagi travel yang domisilinya di Jakarta (saya di Surabaya).
Selain itu transaksi tidak bisa dibatalkan tanpa surat pembatalan dari merchant. Jadi kalau kasusnya seperti ini bagaimana? Apa sebagai nasabah saya tidak berhak untuk mendapatkan keadilan. Sedangkan saya sudah menceritakan seluruh kronologisnya ke pihak bank, bahwa saya memang korban penipuan? Bukankah tindakan mendebit kartu kredit orang lain tanpa seizinnya itu ilegal?
Menurut saya, peraturan seperti ini sama sekali tidak berpihak kepada nasabah. Seharusnya kasus saya dibantu dan ditanggapi secara serius, karena saya merupakan nasabah yang menjadi aset sebuah bank. Nama baik sebuah bank dipertaruhkan sedangkan merchant fiktif tersebut jelas-jelas menyalahgunakan nama Bank Mega.
Padahal kasus serupa menimpa teman saya di Sidoarjo dengan penerbit kartu Citibank. Dengan tanggap dan secepatnya pihak Citibank keesokan harinya langsung dapat membatalkan transaksi tersebut meskipun tanpa pembatalan dari merchant fiktif (yang berinisiatif tidak baik).
Kalau dari pihak Citibank dapat membantu kasus seperti kepada para nasabahnya, mengapa pihak bank Mega tidak dapat?
Saya sudah mengirimkan surat penyanggahnya ke Call Center Bank Mega. Saya belum menerima barang dalam bentuk apapun dan saya berhak sebagai konsumen membatalkannya karena memang saya merasa tidak menyetujuinya. Saya berbicara baik-baik ke pihak Paradise malah saya diancam akan berhadapan dengan Devt Collector Bank Mega.
Saya ingin mengajukan kasus ini ke Mediasi Perbankan & Konsumen. Apalagi sekarang sudah berlaku Undang-undang Perlindungan Konsumen.
Ibu Lis Mansiana
Surabaya
komikindo@gmail.com
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































