Keluhan
Bagi pada pengguna kartu kredit dari Standard Chartered Bank harap berhati-hati terhadap janji-janji dan perkataan manis dari Marketing maupun Customer Service dari bank tersebut. Ingat untuk selalu meminta konfirmasi secara tertulis dari seluruh janji-janji dan perkataan mereka. Saya adalah pengguna dan pemilik dari kartu kredit Standard Chartered Bank (SCB), dengan nomor kartu kredit Classic Visa 5443-0400-1057-6395. Kartu Classic ini sudah saya miliki sejak tahun 2005.
Permasalahan saya dan pihak SCB timbul sejak kurang lebih 5 bulan yang lalu. Sekitar akhir tahun 2007, bulan Oktober atau November 2007 pihak SCB mengirimkan 1 (satu) buah kartu kredit Gold Master Card ke alamat kantor saya, tanpa adanya permintaan ataupun persetujuan dari saya secara tertulis maupun lisan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari awal saya sudah kemukakan keberatan saya untuk menerima kartu Gold baru saya yang mempunyai combined limit dikarenakan saya tidak mau melakukan pembayaran kedua kartu yang mempunyai limit gabungan, dikarenakan administrasi yang dikenakan oleh SCB adalah Rp 50,000 per kartu per pembayaran dan ditambah iuran tahunan yang dikenakan tentunya double.
Kemudian dari pihak CS SCB kemudian merayu saya dan menjanjikan ke saya bahwa tidak akan ada pembayaran kedua nomor kartu. Cukup satu nomor kartu (salah satu yang Visa ataupun Master) karena dua kartu ini mempunyai lembar tagihan dan limit gabungan. Dikarenakan janji tersebut saya menyetujui dan mengaktifkan kartu kredit SCB Gold tersebut.
Dua bulan berjalan sejak kartu Gold diterima tiba-tiba saya dihubungi oleh Debt Collector dari SCB. Mereka mengatakan kartu kredit saya yang Gold belum dibayar.
Kemudian saya dijelaskan panjang lebar dari bagian Debt Collection, bahwa kartu kredit itu harus dibayarkan ke-2 (dua) nomor kartu, biarpun tagihan dan limitnya adalah gabungan. Saya protes keras sebab waktu pertama dijanjikan oleh CS SCB, cukup 1 (satu) kali pembayaran. Tetapi, atas saran dari bagian Debt Collection, mereka meminta saya untuk kontak bagian CS SCB.
Saya segera menghubungi CS SCB, dan mereka memberikan satu solusi baru. Bahwa dikarenakan keberatan saya, saya diminta mengajukan transfer balance, menutup kartu Visa Classic saya dan seluruh tagihan saya akan ditransfer ke kartu Gold saya. Saya sudah konfirmasikan oke. Dan proses dilaksanakan.
Saya diminta untuk memberikan semua data-data saya, KTP maupun kartu kredit Classic dan Gold saya. Setelah data diberikan, ternyata dari CS SCB mengatakan kembali, "maaf, Pak, kartu kredit bapak tidak bisa tutup yang Classic-nya. Bapak harus memakai kartunya kedua-duanya".
Saya melakukan protes keras karena sepertinya saya dipaksakan untuk harus membayar dua kali administrasi untuk pembayaran kartu kredit saya yang notabenenya adalah kartu dengan limit dan tagihan gabungan. Apa pihak SCB kekurangan omset sehingga harus menipu pelanggan dengan janji palsu dan kemudian memaksakan menagih biaya administrasi double untuk kartu kredit yang kedua yang sama sekali saya tidak pernah minta atau apply.
Lewat beberapa waktu setelah kejadian itu saya berhenti menggunakan kartu kredit SCB saya dan saya kembali dihubungi oleh pihak Debt Collection dari SCB, yang bernama Pak Aldy. Saya jelaskan kepada Pak Aldy perihal masalah dengan kartu kredit saya.
Dan diberikan kembali penyelesaian win-win untuk SCB dan untuk saya. Yaitu discount 20% dari jumlah tagihan total saya. Setelah saya pertimbangkan, saya menyetujui tawaran ini.
Surat penutupan kartu saya layangkan pada tanggal 4 Maret 2008. Keesokan harinya saya kembali dihubungi oleh Pak Aldy dan kemudian dikonfirmasikan jumlah pembayarannya dan saya janjikan akan saya transfer via BCA pada hari Senin, 10 Maret 2008.
Datanglah kembali sikap SCB yang plin plan. Kamis, 6 Maret 2008, kembali pihak Debt Collection SCB menghubungi saya, dan mengatakan bahwa discount yang telah diberikan ditarik kembali oleh pihak SCB dan saya harus dengan segera membayar total tagihan tersebut. Apa maksudnya dari SCB?
Hari Senin, 10 maret 2008, saya datang langsung ke kantor SCB di Sudirman. Bertemu dengan Ibu Ike dari bagian CS SCB. Saya jelaskan seluruhnya dan kemudian Ibu Ike menghubungi bagian Debt Collection, dan dari bagian Debt Collection, saya diinformasikan bahwa discount saya masih berlaku dan saya segera harus membayar tagihan tersebut.
Saya segera meminta pernyataan tertulis dari SCB akan hal tersebut. Tetapi, kemudian hal itu ditolak dan kemudian saya dimentahkan kembali dan pihak SCB kembali membatalkan program discount tersebut. Jadi sebenarnya apa keputusan dari SCB?
Apa bank internasional sekelas SCB mempunyai cara kerja penipuan seperti ini? Terima kasih.
Trisno Tjhin
Jl Tambora V No 159A Jakarta
net_orange@yahoo.com
085959592013
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































