Keluhan
Air Asia memang paling hebat dalam mengecewakan penumpangnya. Setelah dalam tiga penerbangan dengan tujuan yang berbeda saya mengalami delay sepihak dari pihak Air Asia saya memutuskan untuk mencoba kembali menggunakan jasa dari airlines yang selalu mengklaim airline of the Year ini.Rencananya saya akan terbang ke Batam dari Jakarta Senin (10/3/2008) siang dengan flight pukul 11.25 WIB. Karena saya terjebak kemacetan di jalan tol bandara saya tiba agak telat di airport. Saya tiba jam 11.00 WIB dan langsung melapor ke kounter Air Asia di terminal 1A.
Salah seorang petugas perempuan (saya terburu-buru sehingga lupa melihat papan namanya) mengatakan saya bisa langsung boarding dengan kode booking saja. Karenanya saya bergegas menuju ke dalam airport. Setiba di dalam saya tergerak untuk melapor ke kounter check-in tanpa bagasi karena saya tidak memliki boarding pass sama sekali dan hanya mencatat kode booking di handphone (HP).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut saya ini sangat aneh dan terkesan dibuat-buat karena bagaimana pun saat itu penumpang baru boarding dan kalaupun harus menunggu beberapa menit dikarenakan kami berlima yang boarding agak telat karena baru check in. Itu pun bisa dimaklumi mengingat kinerja Air Asia yang selalu telat dan delay tanpa alasan yang jelas.
Yang lebih mengherankan adalah saat itu salah seorang dari calon penumpang yang 'ditolak' mendapat kabar dari koleganya di Batam bahwa bandara Hang Nadim ditutup untuk batas waktu yang belum ditentukan dikarenakan ada pesawat Adam Air yang tergelincir sehingga semua flight menuju Batam ditunda. Kami juga mendapat kabar bahwa semua penumpang Air Asia yang sudah boarding di pesawat menuju ke Batam disuruh turun kembali.
Ketika saya menyampaikan hal ini ke pihak kounter Air Asia, dengan maksud agar saya juga bisa langsung boarding dengan flight saya tersebut mereka (petugas perempuan dan laki-laki yang sayangnya saya juga tidak sempat melihat papan namanya) mengelak dan mengatakan bahwa penumpang sudah dinaikkan kembali ke dalam pesawat.
Hal ini menurut saya sangat konyol karena kesannya sangat sulit untuk mengikutsertakan penumpang yang lima orang ini bersama penumpang yang dinaikkan kembali ke dalam pesawat. Lebih lagi, alasan mereka mengenai sistem yang sudah ditutup juga aneh. Apa mungkin airline sekelas Air Asia susah kembali membuka kembali sistem yang sudah 'tutup'? Bukankah kita sudah ada di zaman komputerisasi di mana untuk membuka dan mengubah sistem hanya dengan mengakses komputer?
Ketika sampai di rumah sorenya saya baru mengetahui bahwa Bandara Udara Hang Nadim ditutup selama 3 jam. Menjadi pertanyaan saya adalah bukankah selama itu juga pesawat Air Asia tidak bisa mendarat di sana? Jadi bukankah saya juga seharusnya bisa diterbangkan dengan flight yang ditunda tersebut? Sehingga tiket saya tidak harus hangus dan saya harus memesan dan membeli tiket ulang dengan flight yang berbeda.
Apakah ini cara Air Asia untuk mencari 'uang tambahan'? Dengan menahan penumpang yang seharusnya bisa langsung boarding sehingga bisa menghanguskan tiket dan merugikan penumpang? Cara yang menurut saya sangat tidak fair dan menguntungkan sepihak.
Hebat sekali pelayanan Air Asia. "Airline of the year yang membuat semua orang tak bisa terbang".
Melissa Augustina
Jl Batu Wulung No 3 Pulomas Jakarta Timur
leschenaultia_spiderman@yahoo.com
0214700014
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































