Keluhan
Setelah surat saya di detikcom tertanggal 30/10/2006 ternyata timbul masalah baru lagi yang sebenarnya sangat klasik dan sangat mudah diselesaikan. Berawal dari kekecewaan saya terdahulu akhirnya pada periode awal 2007 saya memutuskan untuk 'talak III' dengan GE. Tetapi, kejadiannya sungguh di luar dugaan saya. Untuk pengajuan pengakhiran hubungan ternyata tidak cukup via telepon. Saya harus datang sendiri ke kantor GE? Hari gini tidak ada sistem on line? tidak ada verifikasi data via telepon? Apa kata dunia?
Saya merasa diperlakukan seperti nasabah yang punya hutang, dan harus menghadap dulu untuk menutup kartu guna menyelesaikan hutang-hutang saya. Padahal saat itu kartu saya dalam keadaan bersih (tidak ada pemakaian apalagi tunggakan).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Singkat cerita, saya bersikukuh untuk tidak mau datang ke Kantor GE. Namun, apa yang terjadi? Ternyata bulan berikutnya muncul tagihan annual fee. Saya tidak mau membayar dan pada pertengahan tahun, akhirnya saya mendapat telepon cinta dari bagian kolektor GE.
Saya tegaskan saya tidak mau bayar dan mereka sekali lagi memerintah saya untuk datang ke kantor. Kejadian itu tidak hanya sekali namun berkali-kali sampai saya kesal dan tidak mau mengangkat telepon dari 25537000 atau 25536900. Sampai akhirnya telepon itu reda sendiri.
Saya pikir mereka sudah diskusi internal dan menyelesaikan permasalahan saya. Ternyata tidak. Bulan Oktober/November saya mendapat telepon lagi dari kolektor GE, seorang wanita yang sangat judes menagih annual fee yang sudah terjadi bunga berbunga + denda-denda keterlambatan. Saya tegaskan sekali lagi tidak mau membayar dan saya tutup telepon.
Selesai? Ternyata tidak.
Tanggal 7 Maret 2008 ada Debt Collector (bukan kolektor internal GE) yang menelepon ke rumah orang tua saya dengan nada marah dan kasar. "Saya dari GE mau ketemu Doddy! Doddy punya hutang 700 ribu, bunganya 200 ribu!" Untung orangtua saya sudah saya informasikan masalah ini, dan bisa bertindak lebih kasar lagi bila diminta. Orang tua saya meminta kolektor tersebut datang tanggal 8 maret 2008, yang ternyata disanggupi.
8 Maret 2008 kolektor tersebut datang ke rumah orang tua saya, namun setelah dijelaskan permasalahannya, ternyata kolektor tersebut menjadi sopan dan mau mengerti (apa karena sudah terlalu sering malu ketika mendatangi nasabah ternyata semata-mata karena kesalahan sistem GE).
Kemudian setelah orang tua saya memberikan nomor HP saya, mereka menelepon / SMS saya beberapa kali dengan sopan dan menjelaskan kepada saya kalau mereka hanya menjalankan tugas dan ingin bertemu saya. Namun, saya katakan kepada mereka, saya hanya mau berhubungan dengan manajemen atau STAF GE langsung bukan Debt Collector.
Saya harap GE memperbaiki sistem yang primitf. Jangan mengorbankan nasabah dan para orang kecil seperti Debt Collector itu yang terkadang harus beradu otot dengan nasabah untuk permasalahan yang ternyata dibuat-buat sendiri oleh GE.
Kalau ingin nasabah loyal, perbaiki pelayananmu. Bukan dengan cara mempersulit penutupan kartu. Kalau begini caranya, tak heran saya membaca kenyataan bahwa GE merupakan lembaga penerbit kartu kredit dengan prestasi NPL (kredit bermasalah) tertinggi di antara penerbit yang lain. Mana ada nasabah yang mau membayar surat tagihan yang bukan menjadi kewajibannya lagi.
Saya harap GE segera menyelesaikan masalah ini secara profesional dan modern tanpa harus mengorbankan waktu saya untuk datang ke kantor GE. Saya tidak rela bila SID saya tercoreng gara-gara tagihan yang bukan menjadi kewajiban saya apalagi kalau sampai nama saya ter-black list dalam data Master Card.
Doddy Permana
Alamat lengkap, nomor telepon, dan email ada di redaksi.
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































