Keluhan
Tanggal 4 Maret 2008 pukul 23.30 WIB saya mengisi bahan bakar bensin di Stasiun Pengisian bahan Bakar Umum (SPBU) 14201 1108 Jl Sei Batang Hari No 61 Medan. Saya mengisi bahan bakar bensin sekitar Rp 10.000 (2,2 Liter). Waktu sebelum mengisi masih ada sisa dicadangan tangki kurang lebih 1 liter (Kapasitas Tangki + cadangan 4,3 liter). Kesalahan saya adalah tidak memperhatikan petugas dalam mengisi bahan bakar tersebut karena saat itu oknum petugas tersebut sedang menggerutu karena kesal dengan teman kerjanya. Jadi saya pura-pura buang muka biar tidak terjadi komunikasi dengan oknum petugas tersebut.
Setelah selesai mengisi saya berikan uang pecahan Rp 50.000. Itu juga kembaliannya saya harus menunggu sekitar sepuluh menit dan saya yang harus mengingatkannya baru diberikan kembaliannya.
Setelah mendapatkan kembalian saya beranjak pergi. Namun, baru beberapa meter di dalam kompleks SPBU saya melihat jarum di speedometer tidak bergerak. Saya kembali lagi dan menanyakan kepada salah satu petugas masalah yang saya hadapi tetapi responnya biasa saja dia katakan, "ini ada bensinnya, mungkin rusak speedometer-nya" (sambil menunjuk ke dalam fuel tank).
Lalu, saya jawab, "sebelum diisi kan masih ada cadangannya, kenapa tidak bertambah isinya?" Karena saya gencar menanyakan masalah tersebut para petugas yang ada datang mendekati saya. Salah satunya oknum yang memakai PDL TNI (dengan atasan baju kaos hijau polos) tidak lengkap menyambangi saya dan berkata, "saya keamanan di sini, ada yang dapat saya bantu?"
Saya kembali menjelaskan kronologisnya. Namun, mereka tetap bertahan jika tidak ada masalah dengan mesin pompanya dan mengatakan jika speedometer saya yang rusak. Karena merasa terdesak dan terintimidasi saya mengatakan kita buktikan saja dengan cara menguras bahan bakar yang ada di fuel tank sepeda motor saya.
Tetapi, mereka tidak menggubrisnya. Seperti tidak mau tahu masalah yang saya hadapi. Malah seorang wanita (berambut pendek sebahu beruban) petugas di sana dengan lantang memaki dan menghina saya, "kamu seperti perempuan banyak cerita".
Kenapa bisa begitu ya menghadapi konsumen. Apakah karena pemiliknya orang besar atau dia menganggap saya tidak jujur. Saya tidak mau berdebat panjang karena waktu sudah larut malam. Jadi, saya tekankan sekali lagi untuk memeriksa isi fuel tank sepeda motor saya.
Namun, mereka/petugas SPBU di situ tidak mau. Malah ngotot dan berkata, "kita lihat saja jumlah meteran mesin yang telah dikeluarkan". Pada saat mereka memeriksanya saya tidak diajak turut dan dijaga di pos keamanan oleh oknum yang mengaku keamanan di SPBU tersebut.
Beberapa saat kemudian mereka datang dan memabawa uang hasil penjualan dan berkata tanpa etika niaga, "ini kau lihat dan hitung sendiri uang hasil penjualan Rp 6 juta". Bagaimana saya tahu jika data mereka valid/benar sedang saya tidak tahu bagaimana prosesnya.
Lalu, wanita beruban tadi berkata lagi, "mesin kami bagus ko, motormu saja yang rusak". Dan oknum yang mengaku keamanan itu juga berkata, "berapa jumlah yang telah terisi ke fuel tank kamu bisa saya ganti sekarang".
Saya katakan, "bukan masalah uang, Pak. Tetapi saya menuntut kebenaran!" Eh, si oknum yang mengaku keamanan itu malah berang dan berkata, "mau kau apa sich?" Sudah jelas saya katakan tetapi permintaan saya tidak mereka gubris.
Jadi, saya merasa heran dan curiga ada apa di balik masalah ini. Karena merasa penasaran sesampainya di rumah (1 km dari SPBU) saya periksa sendiri isi fuel tank dengan cara menguras isinya dan menuangkan ke dalam botol Coca Cola kapasitas 1,5 liter.
Benar ternyata tidak sampai penuh isinya! Yang jelas saya sudah jujur dan membuat argumen yang tepat di TKP. Namun, mereka tidak menggubrisnya. Jadi kesimpulannya "ADA PERMAINAN METERAN DI SPBU TERSEBUT ATAU MEMANG HUMAN ERROR". Sudah pelayanan tidak ramah malah saya dapat hinaan dari para petugas, apes deh saya!
Saya mohon kepada pihak yang terkait untuk menindak SPBU tersebut, dan kepada pemilik SPBU untuk meninjau para karyawan yang dipekerjakan. TERIMA KASIH.
Raffael Don Bosco
Jl Jamin Ginting No 276 Medan
raffaelbosco@yahoo.com
081370301960
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































