Keluhan
Aneh. Di saat Pemerintah Indonesia gencar-gencarnya mensubsidi kaum miskin di Indonesia, PLN malah merencanakan TARIF INSENTIF/DISINSENTIF yang dapat menguntungkan pelanggan-pelanggan besar atau kaya. Contohnya pelanggan R1 (2200 VA) dengan pemakaian 500-600 KWH/bulan akan dikenai TARIF DISINSENTIF (naik 60%). Sedangkan pelanggan R2 (2201-6600 VA) dengan pemakaian yang sama (500-600 KWH/bulan) malah diberikan subsidi 20% (TARIF INSENTIF) oleh PLN, sehingga pelanggan R1 akan membayar tagihan listrik 500-600 KWH-nya lebih mahal daripada pelanggan R2 membayar tagihan listrik 500-600 KWH-nya.
Kalau PLN, pemerintah, dan DPR memberlakukan TARIP INSENTIF/DISINSENTIF ini bulan MARET 2008 yang akan datang maka sudah pasti kebijaksanaan tarip DISINSENTIF/INSENTIF PLN tersebut akan lebih menguntungkan bagi (memsubsidi) pelanggan-pelanggan rumah tangga besar (orang kaya). Batas tarif INSENTIF/DISINSENTIF R1 (2200 VA) = 358 KWH/bulan sedangkan R2 (2201-6600) = 650 KWH/bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi
Kedoya Elok DC/49 Jakarta Barat
merty2772@yahoo.com
0215806330
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































