Keluhan
Saya Salah satu penumpang Argo Anggrek dari Jakarta tujuan Surabaya. Saya berangkat sekeluarga berenam karena ada acara keluarga. Pada saat email ini ditulis saya masih berada di dalam kereta api ini.Awalnya saya masih berbangga diri karena PT KAI masih bisa menyuguhkan kepada konsumen kereta yang paling tidak layak pakai dan layak huni. Oke, poin pertama terpenuhi. Minimal saya dan keluarga masih bisa duduk nyaman walaupun setelan kursi dan penyangga kaki agak sulit diposisikan sesuai keinginan.
Kekecewan terjadi pada saat kira-kira jam 22.30. Tiba-tiba salah seorang waitress menagih bayaran untuk makanan yang tadi kami makan. Saya bertanya, "loh, tadi katanya servis Mbak? Kok bayar?" Dia menjawab, "tadi sudah ada pengumumannya Mas."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tolong sekali lagi kepada siapa pun yang membaca surat ini. Bukannya saya tidak mau membayar tagihan tersebut. Tapi coba pikirkan. Kereta dengan harga tiket sekelas (lebih mahal malahan) pesawat terbang, tapi pelayanannya masih kampungan.
Bagaimana tanggapan turis bila ada yang mau sowan keliling-keliling Jawa dengan kereta namun dijebak seperti ini. Mau jadi apa PT. KAI yang katanya sedang membangun reputasi baik namun ternyata praktek-praktek licik oknum-oknum karyawannya masih saja terjadi?
Menurut teman saya di sebuah media dia sudah sangat sering diperlakukan seperti ini.
Sekian uneg-uneg dari saya. Semoga menjadikan tanggapan anda semua. Terima kasih banyak. Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan. ID dan Kopi tiket menyusul jika dibutuhkan.
Arkadius Anggalih
Penumpang Kereta Argo Anggrek Jakarta - Surabaya
Pancoran Jakarta
toocool@mac.web.id
0811188443
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































