Garuda Indonesia Telantarkan Penumpang di Singapura

Suara Pembaca

Garuda Indonesia Telantarkan Penumpang di Singapura

- detikNews
Sabtu, 09 Feb 2008 13:40 WIB
Garuda Indonesia Telantarkan Penumpang di Singapura
Keluhan
Pada tanggal 9 Januari 2008, saya dan Ibu saya dilarang oleh petugas boarding yang berada di Changi International Airport untuk GA825 tujuan Singapura-Pekanbaru setelah melihat kondisi saya yang dalam keadaan sedang memiliki bekas cacar yang sudah kering.

Setelah itu kami meminta petugas boarding tersebut memanggil Customer Service Manager Garuda yang sedang bertugas untuk meminta pertanggungjawaban. Tetapi, alangkah terkejutnya setelah menunggu 4 jam dari jam 4 PM di Changi International Airport, tidak ada 1 petugas Garuda yang memberikan pertanggungjawaban kepada kami.

Kami pun harus mengurus sendiri bagasi-bagasi kami yang telah diberangkatkan ke Pekanbaru di Section Lost and Found Area dan pulang dengan kecewa. Oleh petugas Immigration Singapura, kami dianjurkan untuk menghubungi pihak Garuda sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal yang paling disesalkan pihak Garuda seharusnya telah memberitahukan kami bahwa dengan kondisi bekas cacar yang ada pada saya tidak boleh naik pesawat pada saat saya membeli dan membayar tiket tersebut di kounter Garuda Changi International Airport.

Atau pada saat saya check in dengan bagasi-bagasi kami. Padahal, pada waktu membeli dan check in saya sendiri dengan kondisi yang sama pada hari yang sama berada di depan staf-staf Garuda. Mereka tidak memberitahukan berusaha mencegat saya kalau saya tidak dapat boarding atau melakukan perjalanan ke Pekanbaru.

Akhirnya dengan kecewa kami kembali harus menginap semalam lagi di Singapura. Keesokan harinya kami langsung pulang ke Indonesia melalui Batam menuju Pekanbaru
dengan pesawat Lion Air. Kami berhasil pulang dengan Lion Air tanpa ada hambatan seperti yang kami alami bersama Garuda Indonesia.

Akibat dari kesalahan Garuda saya harus mengalami kerugian materi untuk ekstra hotel 1 malam, transport, tiket ferry, dan tiket pesawat Batam–Pekanbaru. Setelah di Jakarta saya ingin mengajukan refund di Garuda Indonesia Jakarta untuk kedua tiket yang tidak terpakai akibat Kesalahan Garuda.

Di situ saya lebih shock lagi karena saya harus membayar kerugian sekitar Rp 1 Juta lebih untuk kedua tiket yang tidak terpakai karena kesalahan Garuda. Padahal saya hanya ingin mendapat refund sesuai dengan harga tiket yang telah saya bayar.

Di samping itu salah seorang Supervisor Garuda Indonesia yang bertugas waktu itu di kounter Garuda Indonesia malah menganjurkan saya harus membuat surat komplain seperti ini dan dicantumkan di media massa supaya keluhan saya ditanggapi.

Apakah ini selalu dilakukan Garuda Indonesia untuk menipu sesama orang Indonesia di luar negeri? Inikah pelayanan yang diberikan Garuda Indonesia, sebagai airline yang terkemuka di belahan dunia, kepada sesama orang Indonesia?

Bersama surat ini kami ingin meminta pertanggungjawaban dari pihak Garuda sekaligus mengingatkan kepada para pembaca untuk menggunakan pelayanan Garuda Indonesia di masa yang akan datang. Terima kasih.

Hendrawan
Pantai Indah Kapuk – Jakarta Utara


Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait