Security Carrefour ITC Cempaka Mas Keterlaluan

Suara Pembaca

Security Carrefour ITC Cempaka Mas Keterlaluan

- detikNews
Senin, 04 Feb 2008 17:09 WIB
Security Carrefour ITC Cempaka Mas Keterlaluan
Keluhan
Pada 27 Januari 2008 sekitar pukul 20.00, saya mengalami perlakuan tidak menyenangkan oleh petugas keamanan Carrefour ITC Cempaka Mas, Jakarta. Atas nama Bp Iwan Djatmiko selaku LPM dan anak buahnya Bp Aris Sugianto.

Permasalahan timbul saat suami saya mau beli 2 buah Bluesky i rca pl (jek komputer) harganya @ Rp 3.500, dan ia memilih-milih dulu karena dalam stok barang tersebut banyak kotak yang kosong. Setelah sampai di tempat pakaian suami saya mau melihat jek yang dibelinya. Ternyata salah satu dari kotak itu ada yang kosong. Lalu dia menaruhnya di rak celana.

Singkatnya kami melakukan pembayaran di kasir, total semua Rp 200 Ribuan. Saat akan keluar kasir saya diminta oleh petugas keamanan untuk mengikutinya ke arah gudang karena ada masalah. Suami saya bertanya ada apa. Mereka menjawab dengan nada kasar dan keras, "Maaf, bisa ikut saya sebentar, karena ada masalah yang bapak lakukan." jawabnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akhirnya kami dibawa dengan dikawal 3 orang security lainnya. Betapa malunya karena semua pengunjung melihat ke arah kami. Pasti kami disangka maling.

Setiap pekerja dan konsumen yang lalu lalang di dekat Gudang itu dapat melihat kami karena posisi bentuk Gudang itu pintu masuknya hanya ditutupi plastik transparan dan dekat dengan tempat roti-roti dan kue juga dengan ATM.

Dengan kondisi saya yang sedang hamil saya disuruh duduk di tangga untuk ambil barang (tidak ada tempat duduk). Padahal saya dalam keadaan hamil 5 bulan. Lalu suami saya bertanya kepada Bp Aris Sugianto. Ada apa sebenarnya dan dengan gaya sok-nya dan nada membentak ia menerangkan bahwa ia melihat suami saya mengambil jek tersebut dan meninggalkan kotaknya di rak celana.

Dan, di sana ada Bp wan selaku LPM dari Bp Aris yang diam saja melihat anak buahnya bekerja. Lalu suami saya meminta petugas security itu menggeledahnya. Suami saya sampai meminta agar diperiksa sampai pakaian dalamnya juga, serta ia mengeluarkan ID Card tempat bekerjanya untuk menjelaskan bahwa ia tidak mungkin mencuri, dan menjelaskan tidak mungkin dia mengambil barang tersebut yang harganya hanya Rp 3.500. Sedangkan belanjaan kami sampai 200 ribuan.

Suami saya yang emosi mengajak Bp Iwan dan Bp Aris melihat tempat jek-nya bahwa di sana juga banyak kotak yang kosong. Tetapi, mereka tidak mau. Dan Bp Iwan mencoba meminta maaf tetapi kami sudah amat kesal dan kecewa.

Apakah semua ini standar pelayanan di Carrefour? Mengapa tidak memeriksa barang-barangnya apakah ada yang kosong atau rusak. Kalau memang melihat ada yang mengambil barangnya lihat lagi dimasukkan ke mana barang tersebut ke keranjang atau ke dalam tasnya. Jadi, dapat langsung ditangkap untuk dibayar tanpa perlu menunggu konsumen keluar dari kasir.

Kelihatannya Carrefour masih kurang memberikan pelatihan kepada para security-nya agar tidak sombong dan cara menginterogasi orang bagaimana bahasanya dan tempatnya harus di mana?

Dan, juga apa di dalam pelayanan Carrefour tidak mengenal rasa belas kasih. Sudah tahu ada wanita hamil sebaiknya diberi tempat duduk. Dan juga apakah tidak ada ruang interogasi yang khusus. Tidak perlu di gudang yang hanya ditutupi plastik transparan dan semua orang dapat melihatnya. Sangat keterlaluan.

Siska
Jl Cempaka Putih Barat VI No 11 Jakarta Pusat
rani.maharani@hotmail.com
081511132211



Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads