Keluhan
astro Indonesia (PT. Direct Vision), telah melakukan pendebitan terhadap kartu kredit saya dengan semena-mena. Pada 14 November 2007 saya memasang decoder tambahan dan membayar kas biaya pemasangan pada installer. Ternyata astro mendebit kartu kredit saya sebesar Rp 762.903 pada bulan tersebut yang seharusnya kurang dari Rp 150.000 saja, karena saya berlangganan Paket Citta, Sinema, dan Arena dan masih dalam masa promosi (Paket Sinema dan Arena gratis) juga ada pengurangan-pengurangan karena decoder astro sering mati.
Setelah dikonfirmasi ke astro, mereka mengatakan bahwa telah terjadi kesalahan pada bagian akunting yang menyebabkan kelebihan pembayaran sebesar Rp 696.667. Mereka awalnya menawarkan agar kelebihan uang tersebut digunakan untuk pembayaran tagihan bulan-bulan berikutnya. Saya menolak dan meminta mereka untuk mengembalikan uang tersebut ke account kartu kredit saya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seminggu kemudian ada pegawai astro yang mengatakan bahwa ada kesalahan dalam permohonan saya dan perlu diperbaiki untuk kemudian dikirim ulang. Setelah saya memperbaiki dan mengirim permohonan tersebut dan dikonfirmasi oleh Ibu Retno yang juga mengatakan waktu pemrosesan sekitar 14 hari kerja.
Ternyata itu semua hanya taktik untuk mengulur waktu, karena pada tanggal 7 Januari 2008, Ibu Aci dari astro menghubungi saya dan mengatakan bahwa sisa kelebihan pembayaran telah dipotong untuk tagihan periode 18 Desember 2007 s/d 17 Januari 2008 sebesar Rp 350.000 (untuk pembayaran 2 decoder) dan tersisa Rp 346.667.
Kemudian dijanjikan pula oleh Ibu Riski dari astro (8 Januari 2007) yang memastikan bahwa pada tanggal 25 Januari 2008 sisa uang sebesar Rp 346.667 sudah bisa di ambil di account BCA kami.
Hingga hari ini uang itu tidak pernah kembali. Terakhir Bapak Radi dari astro (28 Januari 2008) mengatakan bahwa sisa uang tersebut sudah digunakan untuk pembayaran tagihan periode 18 Januari 2008 s/d 17 Februari 2008, dan kekurangan sebesar Rp 3.333 akan didebet dari kartu kredit.
Beliau mengakui bahwa ada masalah dalam komunikasi internal di astro yang menyebabkan kesulitan pengembalian kelebihan uang. Bahkan beliau berkata bahwa di astro beredar issue kalau saya setuju sisa uang tersebut digunakan untuk pembayaran periode ini tanpa mengecek kebenarannya ke saya. Padahal pada tanggal 25 Januari 2008, saya menghubungi astro dan diterima oleh Bapak Bobby, Beliau mengatakan bahwa hal tersebut sedang diproses dan membutuhkan 4 hingga 8 hari kerja.
Kemudian saya berbicara dengan Bapak Chandra yang merupakan Team Leader dari Bapak Bobby. Beliau menjanjikan akan menindaklanjuti masalah tersebut secepatnya dan akan memberikan kabar pada hari Senin, 28 Januari 2008 sebelum makan siang.
Saya mendapat kabar kalau sales di astro mengalami penundaan pembayaran komisi. Hal ini menandakan bahwa cashflow di astro sedang bermasalah, yang kemungkinan disebabkan menurunnya penjualan karena tidak adanya decoder.
Sangatlah tidak bijak, kalau masalah astro tersebut juga dibebankan kepada pelanggannya. Dari urutan kejadian diatas pun terlihat dengan jelas bahwa pihak astro sama sekali tidak memiliki niat untuk mengembalikan uang tersebut. Seharusnya pihak astro mengatakan sejak awal bahwa uang kelebihan pembayaran tersebut tidak akan dikembalikan.
Point terpenting adalah astro sama sekali tidak menghargai pelanggannya. Saya telah memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada astro untuk mendebit kartu kredit saya untuk pembayaran jasa astro, selain agar pembayaran lebih mudah, juga agar tidak terjadi keterlambatan pembayaran. Tetapi apa yang dilakukan oleh pihak astro benar-benar merusak kepercayaan saya sebagai pelanggan.
Pendebitan kartu kredit untuk pembayaran yang melebihi jumlah seharusnya, benar-benar merupakan suatu perbuatan yang memalukan. Seharusnya fasilitas autodebit kartu kredit memberikan kenyamanan baik bagi vendor ataupun pelanggan.
Rasa takut akan adanya penyalahgunaan wewenang pendebitan kartu kredit pasti akan timbul di hati pelanggan, termasuk saya. Ketidakmampuan mengembalikan uang sebesar Rp 696.667,- yang bukan hak astro, benar-benar membuat saya bertanya-tanya akan kemampuan finansial perusahaan ini. Serumit apa pun prosedur pengembalian uang oleh astro ke pelanggan, seharusnya bukanlah masalah kalau astro memang menghargai pelanggannya.
Sebaiknya astro juga mengubah alamat email mereka (wecare@astro.co.id), karena pada kenyataannya astro "not care" terhadap pelanggannya, dan Customer Service di astro lebih berfungsi sebagai tembok daripada jembatan.
Nama: F. Prahastuti
Nomor Pelanggan: 60143009-8
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































