Bandara Polonia Medan Tidak Aman

Suara Pembaca

Bandara Polonia Medan Tidak Aman

- detikNews
Jumat, 18 Jan 2008 16:33 WIB
Bandara Polonia Medan Tidak Aman
Keluhan
Surat terbuka kepada Yth:
1. Gubernur Sumatera Utara
2. Menteri Perhubungan RI Β 
3. Kapolda Sumatera Utara
4. Danlanud Polonia
5. Pimpinan Angkasapura

Saya ingin menyampaikan kekecewaan dengan kondisi Bandara Polonia, Medan dewasa ini.

Pertama: pada tanggal 7 Januari 2008, saat tiba dari Jakarta dengan Lion Air, (ETA) pukul 13.00, Polonia lumpuh total karena sekelompok orang berdemo di depan pintu masuk sehingga akses keluar-masuk kendaraan umum dan taksi lumpuh total.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bisa dibayangkan apa yang terjadi selanjutnya. Taksi hanya ada 2 sehingga memasang "argo kuda" yakni Rp 100.000 untuk sekali jalan ke stasiun kereta api yang cuma 3 km jauhnya dari Polonia.

Yang sangat saya sayangkan adalah petugas keamanan seolah tidak dapat berbuat banyak untuk "mengusir" para pendemo. Padahal Bandara Internasional sekelas Polonia semestinya steril dari segala bentuk aksi demo sebagai "pintu gerbang dunia".

Aksi demo pada tanggal 7 Januari 2008 tersebut menyebabkan kacaunya jadual penerbangan domestik dan internasional sehingga berpotensi menimbulkan kerugian materi dan yang jauh lebih riskan, merusak citra Polonia, dan nama baik Indonesia. Bila kejadian ini berulang tidak mustahil Polonia akan di-blacklist oleh operator penerbangan internasional.
Β 
Kedua: Pada saat kembali ke Jakarta tanggal 14 Januari 2007 (Lion Air- JT 383) saya mengalami peristiwa yang sangat mengecewakan. Berhubungan bepergian dengan keluarga dan 2 anak balita, di samping kondisi check-in yang agak semrawut tanpa sadar saya memasukkan koper pribadi berisi surat-surat, kamera, dan barang pribadi lainnya ke bagasi.
Setiba di ruang tunggu bandara saya baru menyadari bahwa di dalam koper
terdapat uang Rp 3 juta rupiah yang tidak sempat atau lupa saya keluarkan. Namun, tidak dapat berbuat apa-apa karena bagasi sudah sempat dimasukkan.

Kondisi koper terkunci dengan baik menggunakan gembok baja. Jarak waktu check-in dengan take off adalah sekitar 2 jam (check-in jam 14.00. ETD 16.00 – ETA 18.00). Terus terangΒ  saya tidak menyangka malapetaka itu akan terjadi. Saya pikir para pejabat terkait dan petugas Lion Air dan Bandara Polonia pasti bekerja jujur dan penuh tanggungjawab. Apalagi
saat ini kita tengah mendengungkan "Visit Indonesia Year 2008". Di benak saya tak mungkin mereka akan berbuat aneh-aneh dan menciderai nama baik negara dan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang jujur. Β 

Setiba di Jakarta saya temukan gembok koper dirusak dan uang senilai Rp 3 juta raib (jarak landing dan kedatangan bagasi koper sekitar 15 menit sehingga agak mustahil pencolengan dilakukan di Sukarno-Hatta). Hal itu telah saya laporkan kepada Lost and Found Centre Lion Air di Sukarno Hatta.

Terus terang, selama 20 tahun bertugas hingga ke manca negara (4 benua), baru kali inilah saya mengalami koper diutak-atik. Saya berkesimpulan: Bandara Polonia amat-sangat tidak aman dan sangat berbahaya karena bisa disusupi maling dan anasir-anasir teror. Semudah tikus dan maling yang membongkar paksa bagasi penumpang.

Semoga pengalaman pahit ini dapat menjadi acuan bagi Gubernur Sumut,
Menhub RI, Kapoldasu, Danlanud Polonia, dan pejabat Angkasa Pura untuk melakukan pembenahan menyeluruh sehingga seluruh bandara di Indonesia tidak selalu diutak-atik pihak asing dengan predikat "tidak laik – tidak aman". Bahkan, pesawatnya ditolak untuk terbang akibat manajemen yang amburadul dan "suar sair". Hingga saat ini saya masih menantikan tanggapan yang memuaskan dan jujur dari pejabat yang berkompeten termasuk Lion Air.

Sahat Sitorus
Jl Bambu Duri 3
Pondok Bambu, Jakarta Timur
Hp: 0817724949
Email: sahatsitorus@yahoo.com



Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads