Keluhan
Saya adalah salah satu penumpang Adam Air rute Jakarta-Balikpapan yang terbang pada hari Minggu, 30 Desember 2007. Berangkat dari Jakarta pukul 12.35 dan sampai di Balikpapan pukul 15.35. Tidak ada masalah sama sekali dengan flight schedule, semuanya perfect!Yang menjadi masalah adalah sikap awak kabin yang kurang profesional. Pertama, Saya terbang bersama anak saya yang berumur 3,5 tahun. Setelah terbang kurang lebih 30 menit anak saya terlihat sedikit mabuk dan akan muntah (dia baru seminggu yang lalu keluar opname dari rumah sakit).
Saat saya meminta pramugari yang lewat untuk disediakan kantung untuk muntah, dengan santai dibilang, "ooo ... ga ada ya disandaran kursi nya. Sebentar ya". Dan sampai 30 menit kemudian dia tidak muncul batang hidungnya. Padahal anak saya sudah kepayahan. Akhirnya saya pakai plastik kue untuk menampungnya. Ck ck ck ck ...
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan yang terakhir adalah sesaat setelah mendarat. Anak balita saya yang infant duduk dengan ibunya menggunakan extended seatbelt. Lampu tanda kenakan sabuk masih menyala dan pesawat masih dilandas pacu. Dengan terburu-burunya sang pramugara kali ini meminta seatbelt anak balita saya untuk dikumpulkan. Lha bagaimana ini? Ada di urutan ke berapakah faktor safety di maskapai ini?
Apakah hanya karena berbeda beberapa ratus ribu saja dengan tarif maskapai lain lalu kualitas pelayanan di udara bisa diabaikan begitu saja? Apakah saat rekruting pramugari/a tidak dilakukan psikotes? EQ jauh lebih penting dari hanya sekedar IQ.
Adhitya Nawawi
Kompleks Wika KH6 No 35 Balikpapan
aditnawawi@yahoo.com
081314041774
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































